BORNEONEWS, Palangka Raya - Sinergi lintas lembaga menjadi fokus utama dalam Coaching Clinic TPAKD Triwulan III Tahun 2025 yang diselenggarakan OJK Kalimantan Tengah. Kegiatan ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara lembaga jasa keuangan (LJK), pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk mempercepat inklusi keuangan.
Menurut Staf Ahli Gubernur Kalteng, Yuas Elko, keberhasilan TPAKD tidak bisa dicapai secara individual.
“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa dukungan lintas sektor, program percepatan akses keuangan akan sulit berjalan optimal,” kata Yuas dalam rilisnya pada Minggu, 2 November 2025.
Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz menambahkan, kolaborasi yang kuat dapat mempercepat pencapaian target nasional inklusi keuangan sekaligus meningkatkan Indeks Akses Keuangan Daerah.
Dalam kegiatan tersebut, TPAKD Kabupaten Lombok Timur turut membagikan pengalaman mereka menjalin kerja sama efektif dengan perbankan dan pelaku UMKM lokal hingga berhasil meraih penghargaan nasional.
Peserta dari berbagai kabupaten/kota menyambut positif diskusi tersebut dan berkomitmen memperkuat kemitraan lokal dengan lembaga keuangan di wilayah masing-masing.
OJK Kalteng berharap hasil dari Coaching Clinic ini menjadi pijakan strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi daerah berbasis inklusi keuangan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)









