PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Banjir kembali melanda wilayah RT 27 Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Pangkalan Bun dan sekitarnya Minggu, 2 November 2025.

Air yang meluap hingga setinggi sekitar 50 sentimeter itu merendam area usaha dan pemukiman warga di kawasan Tani Makmur yang berjarak sekitar 100 meter dari Islamic Center.

Menurut keterangan Kusmanto, salah satu warga setempat yang ditemui Senin, 3 November 2025, kondisi tersebut sudah terjadi berulang kali setiap kali hujan dengan intensitas tinggi melanda.

“Hampir setiap hujan deras, air dari arah Bundaran Pancasila, Pangkalanbun Park, dan Sampuraga Baru melimpah ke area ini. Karena tidak ada jalur parit pembagi yang baik, akhirnya semua tumpah ke satu titik di kawasan kami,” jelas Kusmanto.

Kusmanto menjelaskan bahwa banjir kali ini menggenangi lahan seluas kurang lebih 100 hektar, menyebabkan aktivitas ekonomi warga terganggu dan beberapa usaha kecil harus berhenti sementara.

“Banjir ini sangat merugikan warga. Banyak yang usahanya berhenti karena air masuk ke tempat kerja mereka. Padahal ini sudah berlangsung hampir 10 tahun dan belum ada perbaikan signifikan dari pemerintah,” jelas Kusmanto.

Kusmanto menilai, penyebab utama banjir berulang ini adalah sistem drainase yang tidak memadai dan tersumbat oleh struktur lama yang tidak berfungsi.

“Masih banyak jembatan kecil dan pintu air yang tidak berfungsi. Semua itu menghambat arus air menuju Sungai Bamban. Parit di sini juga kecil dan banyak penghambat, jadi air tidak bisa mengalir lancar,” jelas Kusmanto.

Kusmanto mengatakan berdasarkan pantauannya hari Senin pagi, air sudah mulai berangsur surut. Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk menata ulang sistem saluran air agar persoalan tahunan ini tidak terus berulang.

“Kami berharap ada tindakan nyata. Jangan tunggu sampai makin parah. Wilayah ini potensial untuk usaha masyarakat, tapi kalau terus banjir begini, kami yang rugi,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/H)