PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sejumlah komoditas pangan mengalami pergerakan harga yang bervariasi selama Oktober 2025.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti menyampaikan bahwa perubahan harga tersebut dipengaruhi oleh dinamika pasokan, cuaca, dan produksi di daerah maupun luar daerah.

“Berdasarkan hasil pemantauan kami, beberapa komoditas mengalami kenaikan, terutama daging ayam ras, ikan gabus, emas perhiasan, dan beras. Sementara itu, cabai rawit, bawang merah, dan tomat justru menunjukkan tren penurunan harga,” ujar Agnes dalam penyampaian berita resmi statistik pada Senin, 3 November 2025.

Agnes menjelaskan, kenaikan harga daging ayam ras terjadi akibat menurunnya pasokan di pasar. Begitu pula ikan gabus, yang harganya naik karena hasil tangkapan berkurang saat curah hujan tinggi membuat air sungai meluap.

Selain itu, harga emas perhiasan juga meningkat mengikuti pergerakan harga emas dunia, sedangkan beras naik seiring dengan kenaikan harga beras secara nasional.

Di sisi lain, beberapa komoditas pangan justru mengalami penurunan harga. Bawang merah dari daerah pemasok seperti Jawa dan Bima kembali turun harganya.

Cabai rawit juga lebih terjangkau berkat peningkatan produksi dan panen dari petani lokal maupun pasokan dari luar daerah, terutama Jawa.

Untuk komoditas tomat, pasokannya mulai melimpah dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah dan luar provinsi.

“Kondisi ini membantu menekan harga tomat di pasar sehingga stabilitas harga pangan diharapkan tetap terjaga menjelang akhir tahun,” tambahnya.

BPS Kalimantan Tengah akan terus memantau pergerakan harga bahan pangan strategis guna memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Fluktuasi harga ini menjadi indikator penting bagi kami dalam mengukur inflasi daerah dan menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga,” tuturnya.(TESTI PRISCILLA)