TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Komisi III DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola) melakukan kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Barito Timur, Senin, 3 November 2025. 

Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari penerapan Jejaring Digital Komunitas Informasi Masyarakat (JEDI-KIM) dan aplikasi Digitalisasi Pencatatan Tamu (DIGANTA) yang telah dikembangkan di Barito Timur.

Rombongan DPRD Batola dipimpin oleh Ketua Komisi III, Saleh, bersama sejumlah anggota yakni Syarif Faisal, Nanang Kaderi, Suparman, H Murjani, Akhmad Bani, dan Jauhar Arif. Setibanya di Tamiang Layang, mereka disambut langsung oleh Kepala Diskominfosantik Barito Timur, Dwi Aryanto, didampingi Sekretaris Dinas, Limer,  Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Wayan Cakre, serta Kabid E-Government, Fredisen Madianu.

Dalam sambutannya, Dwi Aryanto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran para legislator dari Barito Kuala. 

“Kami merasa terhormat atas kunjungan rekan-rekan dari Komisi III DPRD Barito Kuala. Silakan menggali lebih dalam mengenai penerapan JEDI-KIM dan DIGANTA yang kami jalankan di Barito Timur,” ujarnya.

Dwi menjelaskan, program JEDI-KIM dirancang untuk memperkuat jejaring informasi publik berbasis komunitas, sedangkan DIGANTA menjadi inovasi dalam digitalisasi layanan administrasi tamu di lingkungan pemerintahan. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya Diskominfosantik dalam mendorong transformasi digital di daerah.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Batola, Saleh, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari jadwal kegiatan resmi DPRD bulan November 2025 sebagaimana diatur dalam Keputusan Ketua DPRD Barito Kuala Nomor 33 Tahun 2025 tertanggal 22 Oktober 2025. 

“Kunjungan ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar dari inovasi yang telah dilakukan Diskominfosantik Barito Timur. Kami sangat mengapresiasi langkah-langkah kreatif ini, dan semoga bisa kami terapkan di Barito Kuala,” tutur Saleh.

Ia menambahkan, sinergi antar daerah dalam pengelolaan informasi publik berbasis digital menjadi kunci dalam meningkatkan transparansi dan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. 

“Program seperti JEDI-KIM dan DIGANTA sangat relevan di era digital saat ini. Ini contoh nyata bagaimana teknologi dapat memperkuat hubungan pemerintah dan masyarakat,” ujarnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)