PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) kembali digelar dengan melibatkan 12 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah dan mempertandingkan sepuluh bahasa daerah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya revitalisasi bahasa daerah yang kini telah memasuki tahap akhir setelah berjalan selama empat tahun.

Ada 10 bahasa daerah yang dipertandingkan, yaitu Dayak Ngaju, Dayak Manyaan, Dayak Bakumpai, Melayu Kotawaringin, Dayak Siang, Ot Danum, Melayu Sukamara, Dayak Sampit, dan Dayak Katingan.

“Mereka harus diperkenalkan dan didekatkan sesering mungkin kepada bahasa ibunya,” kata Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Sunarti saat membaca sambutan Gubernur di Bahalap M Hotel, Senin, 3 November 2025.

Sunarti menilai kegiatan seperti FTBI efektif menarik minat generasi muda agar mengenal bahasa dan budayanya sendiri.

Pemerintah daerah bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa berharap kegiatan ini dapat memperkuat semangat pelestarian bahasa daerah di Kalteng. (HERMAWAN DP/j)