BORNEONEWS, Palangka Raya - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan atau DJPb Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDP menggelar kegiatan “SinaraFest 2025: Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan” di Aula Kanwil DJPb Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara sektor keuangan negara dan pelaku usaha perkebunan untuk memperkuat kapasitas UMKM berbasis komoditas sawit, kelapa, dan kakao.
Pembukaan kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan oleh Kepala Bidang Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Jawa Barat. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kegiatan SinaraFest diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal dan pengembangan ekonomi daerah, terutama dalam mengoptimalkan potensi produk turunan dari komoditas unggulan perkebunan di Indonesia.
Hari pertama kegiatan diisi dengan sesi diskusi tematik dan talkshow yang menghadirkan berbagai narasumber lintas sektor. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM, BPDP, Helmi Muhansah, memaparkan peluang kolaborasi dalam pengembangan usaha kecil dan menengah berbasis sawit, kakao, dan kelapa.
"Penting sekali untuk kita menyoroti integrasi antara lembaga pembiayaan dan pelaku usaha untuk memperkuat rantai pasok komoditas nasional," kata Helmi dalam rilisnya pada Senin, 3 November 2025.
Sesi berikutnya menghadirkan Maria Imaculata Sri Nuryari, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Jawa Barat, yang menjelaskan berbagai skema pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Umi (Ultra Mikro) sebagai dukungan nyata bagi pelaku UMKM. Sementara itu, Yuviani Kusumawardhani dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bogor turut membahas potensi pengembangan produk oleofood berbasis sawit untuk industri makanan dan minuman, yang dinilai mampu membuka peluang usaha baru di sektor hilir perkebunan.
Pada hari kedua, kegiatan semakin semarak dengan demo masak dari tim STP Bogor yang menampilkan beragam kreasi kuliner berbahan dasar turunan sawit. Di halaman depan Kanwil DJPb Jawa Barat, digelar pula mini bazaar yang menampilkan berbagai produk unggulan UMKM berbasis komoditas sawit, kelapa, dan kakao, sebagai bentuk nyata sinergi antara inovasi dan ekonomi lokal.
Melalui pelaksanaan SinaraFest 2025, Kanwil DJPb Jawa Barat bersama BPDP menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara dunia perkebunan dan perbendaharaan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya mendorong UMKM naik kelas dan memperluas pasar produk turunan perkebunan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional. (TESTI PRISCILLA/j)









