BORNEONEWS, Sampit – Badan Pusat Statistik (BPS) Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat, pada Oktober 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) di Sampit sebesar 2,97 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,39.
Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman, menjelaskan bahwa inflasi ini disebabkan oleh kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
"Pada Oktober 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) Sampit sebesar 2,97 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,39," ujar Eddy Surahman, Senin, 3 November 2025.
Lebih lanjut, Eddy merinci kelompok-kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, antara lain kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,70 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,60 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,12 persen kemudian kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10 persen.
Ada juga kelompok kesehatan sebesar 1,67 persen, kelompok transportasi sebesar 0,47 persen,kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,47 persen. Kelompok pendidikan sebesar 0,83 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 5,07 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 11,95 persen.
Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,08 persen.
"Ada lima komoditas andil dalam inflasi y-on-y pertama emas, beras, daging ayam ras, ikan bakar dan sigaret kretek mesin. Sedangkan komoditas yang andil deflasi itu ikan nila, SMP, cabai rawit, bawang putih dan angkutan udara," sebutnya.
Sedangkan tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) Sampit Oktober 2025 sebesar 0,36 persen dan tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) Sampit Oktober 2025 sebesar 2,40 persen. (DEVIANA/j)









