PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di bidang pasar modal terus dilakukan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah. Salah satu bentuk konkretnya adalah melalui dukungan terhadap kegiatan Stocklab Competition yang diinisiasi oleh KSPM Galeri Investasi BEI Universitas Palangka Raya dengan tema “The Green Market Revolution: When Finance Meets Sustainability”.

Sekitar 50 siswa dari berbagai SMA di Kalimantan Tengah ikut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Hapakat Kantor OJK Kalteng. Melalui kompetisi ini, peserta diajak memahami dasar investasi dan peran penting keuangan berkelanjutan dalam mendorong ekonomi hijau.

Asisten Direktur Senior OJK Kalteng, Andrianto Suhada, yang hadir mewakili Kepala OJK, mengatakan bahwa literasi keuangan harus dimulai sejak dini.

“Meningkatkan pemahaman pelajar terhadap pasar modal berarti mempersiapkan mereka menjadi investor cerdas dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” kata Andrianto pada Senin, 3 November 2025.

Andrianto juga menyoroti pentingnya pemahaman tentang bursa karbon yang kini menjadi bagian dari transformasi ekonomi nasional.

"Bursa karbon dapat membuka peluang besar bagi Kalimantan Tengah untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan," tuturnya.

Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara regulator, akademisi, dan industri keuangan dalam memperkuat ekosistem keuangan inklusif. Selain kompetisi, peserta juga mendapat pembekalan tentang ekonomi hijau dan investasi berkelanjutan melalui sesi edukasi dan diskusi.

Acara ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan oleh KSPM Universitas Palangka Raya. Panitia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya generasi muda Kalimantan Tengah yang melek pasar modal sekaligus peduli terhadap keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. (TESTI PRISCILLA/j)