BORNEONEWS, Sampit – Musibah kebakaran melanda Desa Tumbang Mangkup, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Senin, 3 November 2025, sekitar pukul 15.20 WIB. Dalam kejadian itu, dua rumah warga dan satu kantor koperasi hangus terbakar.
Kepala Desa Tumbang Mangkup, Abdul Qadir Jailani, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, kebakaran terjadi sangat cepat karena bangunan terbuat dari kayu dan kondisi angin cukup kencang menjelang hujan.
“Api cepat membesar karena bangunannya berdempetan dan terbuat dari kayu. Kejadiannya juga menjelang hujan, angin kencang membuat api cepat merembet,” ujar Abdul Qadir saat dikonfirmasi borneonews.co.id.
Ia menjelaskan, ada 2 versi kronologis kejadian diceritakan warga. Menurut keterangan pekerja yang sedang memasang plafon di koperasi, sumber api diduga berasal dari rumah milik warga yang sedang bekerja di Katingan. Saat kejadian terdengar ledakan dari arah dapur rumah tersebut.
“Sedangkan salah satu penghuni rumah menyebut api berasal dari kamar orang tuanya,” tambahnya.
Kebakaran menghanguskan satu kantor koperasi desa, satu rumah warga, dan satu rumah kosong yang posisinya saling berdekatan.
Kantor koperasi yang terbakar diketahui merupakan Koperasi Desa Usaha Bersama yang bergerak dibidang plasma sawit bermitra dengan perusahaan.
Selain bangunan, api juga melalap dua unit truk, masing-masing 1 unit milik koperasi dan 1 unit keluarga dari warga dimana sumber api berasal. Selain itu juga melalap dua sepeda motor milik warga.
“Warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan mesin alkon sambil menunggu bantuan dari perusahaan sekitar. Tapi jaraknya cukup jauh, sekitar setengah jam perjalanan, sehingga api padam sebelum bantuan datang,” papar Abdul Qadir.
Warga tak sempat menyelamatkan harta benda. Sedangkan koperasi sempat mengamankan dokumen penting. Abdul Qadir menaksir kerugian cukup besar dialami, terutama koperasi karena kantor tersebut baru saja dibangun.
“Kantor koperasi itu baru saja dibangun, jadi kerugiannya cukup besar. Untuk sementara aktivitas koperasi kemungkinan akan dipindahkan ke rumah ketua koperasi,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









