BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus mendorong tenaga pengajar untuk meningkatkan kompetensi masing-masing. Dengan begitu, dunia pendidikan di Kotim lebih bermutu selain untuk menjaga konsistensi pemerataan kualitas pendidikan.
“Kunci keberhasilan kita untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dari guru. Sumber daya manusia yang dihasilkan dari suatu sekolah bergantung kompetensi guru. Mutu guru akan berpengaruh pada kualitas pendidikan peserta didik,” kata Bupati Kotim, Supian Hadi, di Sampit, Minggu (20/11/2016).
Komitmen pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru di Kotawaringin Timur cukup tinggi, sebagai upaya mendorong kualitas pendidikan, dan bentuk tanggung jawab moral terhadap generasi muda.
“Guru memiliki peran dan tugas yang amat penting. Menyiapkan generasi muda yang cerdas dan berkarakter baik. Untuk itu, harus dipastikan para guru memiliki kompetensi,” katanya.
Menurut Supian, bahwa kompetensi guru sudah seimbang dengan peningkatan kesejahteraan guru yang dari tahun ke tahun terus ditingkatkan oleh pemerintah, baik gaji, tunjangan, maupun lainnya.
“Saya berpesan agar sangat serius untuk meningkatkan kompetensi para guru tersebut sehingga paralel dengan peningkatan kesejahteraan dan akhirnya anak didik kita akan lebih baik dipersiapkan masa depannya,” katanya.
Dia menilai peningkatan kompetensi guru tidak dapat ditawar karena terkait dengan masa depan generasi bangsa, termasuk kualitas ujian nasional.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi mengatakan peningkatan kompetensi hanya bisa diasah melalui berbagai pelatihan. Sebab, dengan pelatihan yang sering dilakukan akan menambah wawasan.
“Ibaratkan sebuah parang kalau sering diasah dan dipakai akan selalu tajam. Begitu juga bagi guru, kalau sering ikut pelatihan maka kompetensi akan meningkat. Secara otomatis SDM peserta didik nanti akan bermutu,” ujar Suparmadi.
Dia juga mengaku, bahwa tingkat penyebaran mutu pendidikan di daerah itu sudah merata. Ini dapat dibuktikan dengan hasil Ujian Nasional yang ditorehkan oleh pelajar dari sejumlah sekolah di kawasan pedalaman. (RAFIUDIN/N).








