BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Penutupan sejumlah jalan utama di Kota Kuala Kapuas akibat proyek perbaikan infrastruktur telah menyebabkan kemacetan lalu lintas yang signifikan di beberapa jalan dalam kota selama beberapa hari terakhir.
Pengendara terpaksa mencari rute alternatif, yang mengakibatkan penumpukan volume kendaraan di jalur-jalur yang lebih sempit.
Miah, salah seorang pedagang yang beraktivitas di kawasan Jalan Seroja, merasakan betul peningkatan kepadatan kendaraan di area tersebut. "Iya kendaraan lebih padat dari biasa, beberapa hari ini," ucap Miah, Selasa, 4 November 2025.
Berdasarkan pantauan di lapangan, titik-titik yang mengalami penutupan akibat perbaikan jalan berlokasi di area vital.
Ruas yang ditutup tersebut mencakup Jalan utama Tambun Bungai, Jalan Cilik Riwut dan Jalan Antang, Tembusan Sei Baras. Penutupan ini mengalihkan arus lalu lintas ke jalan-jalan pemukiman.
Dampaknya, jalan alternatif seperti Jalan Seroja, Jalan Teratai, dan Jalan Barito kini mengalami kepadatan yang tidak seperti biasanya.
Jalan ini menjadi tumpuan baru bagi pengendara yang menghindari titik-titik perbaikan, sehingga terjadi penumpukan kendaraan yang cukup parah, terutama pada jam-jam sibuk.
Tantangan terbesar di jalur-jalur alternatif tersebut adalah kapasitas jalan yang terbatas. Diketahui, jalan seperti Seroja dan Teratai rata-rata hanya memiliki lebar aspal 4 meter.
Lebar jalan yang sempit ini kini harus menampung volume kendaraan yang meningkat drastis, membuat arus lalu lintas menjadi tersendat. (SABRIANOOR/R)








