BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sepalar Yasa Kartika atau SYK bersama PT Borneo Sawit Gemilang atau BSG kembali menegaskan komitmennya terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui pelaksanaan Program Masyarakat Peduli Api atau MPA.
Program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus langkah nyata mendukung terciptanya lingkungan yang berkelanjutan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Manager Sustainability PT. SYK, Joko Triyanto menjelaskan bahwa Program MPA menjadi bagian integral dari inisiatif Desa Bebas Api, yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan dampak negatif pembakaran lahan.
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan Karhutlah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau perusahaan, melainkan juga seluruh lapisan masyarakat,” kata Joko dalam rilisnya pada Selasa, 4 November 2025.
Program MPA dijalankan melalui tiga tahapan strategis, dimulai dari pelatihan dan simulasi kebakaran bagi masyarakat di desa binaan.
Pelatihan ini membekali warga dengan keterampilan teknis untuk menghadapi potensi kebakaran serta memperkuat kesiapsiagaan desa.
Sebagai tindak lanjut, pada 2–3 September 2025, PT. SYK menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Desa Pantik, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Kesepakatan ini menandai kerja sama resmi antara perusahaan dan pemerintah desa dalam pencegahan serta penanggulangan Karhutlah secara berkelanjutan.
Sementara itu, PT BSG terus memperkuat kemitraan yang telah dibangun sejak 2023 bersama Desa Talio Hulu. Wujud nyata dari kerja sama ini adalah pemberian bantuan sarana dan prasarana pemadam kebakaran kepada masyarakat desa.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapsiagaan dan kemampuan desa dalam melakukan pencegahan dini serta penanggulangan kebakaran lahan secara cepat dan efektif.
Joko Triyanto menegaskan, komitmen ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU semata, tetapi akan terus dikembangkan melalui pendampingan, pelatihan rutin, dan evaluasi bersama masyarakat desa binaan.
“Kami berupaya agar setiap desa binaan memiliki sistem tanggap darurat yang kuat, sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan di tingkat akar rumput,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, PT SYK dan PT BSG berharap program Masyarakat Peduli Api dapat menjadi contoh keberhasilan sinergi antara perusahaan dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Pencegahan Karhutlah adalah investasi jangka panjang bagi kelestarian sumber daya alam dan masa depan generasi berikutnya,” tutur Joko. (TESTI PRISCILLA)









