BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebuah pergeseran signifikan dalam kebiasaan berbelanja tengah terjadi di Kapuas. Para pedagang lokal kini dihadapkan pada kenyataan baru, yaitu menyediakan opsi pembayaran digital QRIS bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menjangkau pelanggan yang semakin beralih ke gaya hidup cashless atau nontunai.
Fenomena ini tercermin jelas dari pengalaman Wahyu, seorang warga Kapuas. Ia menceritakan bahwa dirinya kini sangat selektif dalam memilih tempat berbelanja. Faktor utamanya bukanlah kelengkapan barang atau cita rasa menu yang ditawarkan, melainkan ketersediaan opsi pembayaran digital yang praktis.
Wahyu secara terbuka mengakui bahwa ia telah mendedikasikan dirinya pada ekosistem nontunai selama setahun terakhir. Ia bahkan telah mengkhususkan beberapa warung tertentu sebagai tempat langganannya berbelanja kebutuhan.
"Saya sudah setahun ini, belanja apa-apa pakai Ewallet. Jarang megang uang tunai," ungkap Wahyu kepada Borneonews, Selasa, 4 Oktober 2025.
Loyalitasnya pada pembayaran digital begitu kuat. Wahyu menegaskan, jika ia sekilas melihat sebuah warung atau toko namun tidak menemukan kode QRIS yang terpampang, ia tidak akan ragu untuk melewatkan tempat tersebut dan mencari alternatif lain yang lebih modern.
Transformasi yang dialami Wahyu ini mewakili banyak alasan mengapa masyarakat mulai beralih ke pembayaran digital. Alasan utamanya adalah faktor kepraktisan dan keamanan. Konsumen merasa terhindar dari risiko menerima uang palsu dan tidak perlu pusing memikirkan ketersediaan uang kembalian.
"Meskipun ada kendala gangguan jaringan dan ewallet, namun (biasanya) tidak berlangsung lama," tambah Wahyu.
Fenomena ini menjadi sinyal jelas bagi pedagang Kapuas bahwa adaptasi digital adalah kunci untuk mempertahankan pelanggan di era baru ini. (SABRIANOOR/j)









