BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) bersama DPRD Palangka Raya telah menetapkan prioritas utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Fokus utama anggaran tersebut akan diarahkan pada tiga sektor krusial pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Pj. Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak menyampaikan bahwa keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh kepada masyarakat Kota Palangka Raya.
"Dengan alokasi anggaran yang signifikan pada sektor pendidikan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan fasilitas sekolah, pelatihan guru, dan program-program pendidikan yang inovatif," katanya saat rapat paripurna ke-13 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025/2026 di Ruang Rapat DPRD Kota Palangka Raya, Selasa, 4 Oktober 2025.
Di sektor kesehatan, APBD 2026 akan difokuskan pada peningkatan akses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi seluruh warga. Hal ini mencakup peningkatan fasilitas puskesmas dan rumah sakit, pengadaan peralatan medis modern, serta peningkatan kualitas tenaga medis.
Sementara itu, ujar Arbert pada sektor infrastruktur dasar akan mendapatkan perhatian khusus untuk memperbaiki dan meningkatkan jaringan jalan, jembatan, serta fasilitas publik lainnya. Peningkatan infrastruktur ini diharapkannya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, mempermudah aksesibilitas, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, diharapkan Kota Palangka Raya dapat menjadi kota yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing di masa depan," tuturnya.
Di sisi lain, kata Arbert pihaknya akan menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui penguatan program UMKM dan Koperasi Merah Putih, sekaligus mengantisipasi turunnya belanja modal dengan memfokuskan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, dan sanitasi. (MARINI/j)









