PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat peningkatan kinerja sektor perhotelan pada September 2025. Tingkat Penghunian Kamar atau TPK hotel berbintang di provinsi ini mencapai 53,16 persen, naik 3,93 poin dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 49,23 persen.

Jika dibandingkan dengan September 2024, TPK juga mengalami kenaikan sebesar 0,54 poin.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa peningkatan TPK tersebut menunjukkan mulai pulihnya aktivitas perjalanan dan pariwisata di wilayah ini, baik untuk keperluan bisnis maupun wisata.

“Kenaikan TPK menandakan adanya peningkatan mobilitas masyarakat serta kegiatan ekonomi yang mulai menggeliat, terutama di sektor jasa dan pariwisata,” ujar Agnes di Palangka Raya pada Rabu, 5 November 2025.

Selain peningkatan TPK, rata-rata lama menginap atau RLTM tamu di hotel berbintang juga menunjukkan tren positif. Pada September 2025, RLTM tercatat sebesar 1,49 hari atau naik 0,02 poin dibandingkan Agustus 2025.

“Kenaikan lama menginap ini mengindikasikan bahwa tamu tidak hanya datang untuk keperluan singkat, tetapi juga mulai memanfaatkan waktu lebih lama untuk beraktivitas di Kalimantan Tengah,” tambah Agnes.

Dari sisi jumlah tamu, BPS mencatat sebanyak 43.364 orang menginap di hotel berbintang selama September 2025. Angka ini naik 1,42 persen dibanding bulan sebelumnya. Dari total tersebut, sebanyak 98,20 persen merupakan tamu domestik, sementara sisanya merupakan tamu mancanegara.

Menurut Agnes, dominasi tamu domestik masih sejalan dengan pola kunjungan pascapandemi yang lebih mengandalkan wisatawan nusantara.

“Pergerakan tamu domestik menjadi tulang punggung sektor perhotelan kita. Meskipun jumlah tamu mancanegara belum signifikan, tren peningkatan secara keseluruhan tetap menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah,” jelasnya.

Agnes menambahkan, peningkatan kinerja hotel berbintang diharapkan dapat terus berlanjut pada bulan-bulan mendatang seiring dengan meningkatnya berbagai kegiatan pemerintahan, bisnis, dan pariwisata di Kalimantan Tengah.

“Kami berharap momentum ini terus dijaga agar sektor pariwisata dapat memberi kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/H)