BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) dan Kekerasan Terhadap Anak (KTA) yang menyasar para guru pondok pesantren dan sekolah minggu di Kota Palangka Raya.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat dalam melindungi perempuan dan anak dari tindak kekerasan.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Palangka Raya, Jayani, memaparkan data mengenai tren kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Palangka Raya dalam kurun waktu 2023 hingga Oktober 2025.
Data ini menunjukkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi permasalahan serius yang perlu ditangani secara komprehensif.
Jayani mengungkapkan data dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Palangka Raya, yang menunjukkan bahwa pada 2023 terdapat 15 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 26 kasus terhadap anak-anak.
Pada 2024, jumlah kasus meningkat menjadi 29 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 49 kasus terhadap anak. Sementara itu, hingga Oktober 2025, tercatat 11 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 22 kasus terhadap anak.
“Data ini menunjukkan masih adanya tantangan besar dalam sistem perlindungan anak dan perempuan yang perlu kita tangani secara menyeluruh dan kolaboratif,” ujar Jayani, Rabu, 5 November 2025.
Sosialisasi ini melibatkan 17 guru pondok pesantren dan 83 guru sekolah minggu dari gereja-gereja di Kota Palangka Raya.
Para peserta dibekali pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar perlindungan anak, seperti non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, pemenuhan hak hidup dan perkembangan, serta penghargaan terhadap pendapat anak.
Jayani mengajak seluruh peserta untuk memperkuat sinergi dalam pencegahan kekerasan melalui edukasi, sistem pelaporan yang cepat, serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
"Saya berharap, dengan adanya pemahaman yang baik mengenai perlindungan perempuan dan anak, para guru dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dan turut serta dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi perempuan dan anak-anak di Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR)









