BORNEONEWS, Pulang Pisau – Pemkab Pulang Pisau melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menggelar kegiatan Evaluasi Hasil Computer Assisted Competency Test (CACT) BKN bagi pejabat administrator dan pengawas, serta Sosialisasi ASN Corporate University (Corpu).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Banama Tingang Kantor Bupati Pulang Pisau, Rabu, 5 November 2025. Kegiatan ini untuk memperkuat kualitas sumber daya aparatur dalam mendukung birokrasi yang adaptif dan berdaya saing.
Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini ASN berada di era yang menuntut kecepatan beradaptasi dan inovasi berkelanjutan.
Menurutnya publik semakin menuntut layanan yang cepat, tepat, dan berkualitas. “Di tengah dinamika global dan tantangan nasional yang kompleks, kualitas ASN adalah kunci utama keberhasilan pembangunan,” katanya..
Rifa’i menegaskan bahwa manajemen talenta ASN merupakan instrumen penting dalam memastikan setiap posisi strategis diisi oleh individu yang kompeten dan memiliki kapabilitas untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada penempatan pegawai, tetapi juga pada pengembangan kapasitas secara terarah.
Rifa’i juga menyampaikan bahwa CACT bukan sekadar alat uji formal, melainkan instrumen untuk menjamin objektivitas, akuntabilitas, dan validitas dalam pemetaan kapasitas ASN.
Melalui CACT, pemerintah memperoleh dua data penting, yakni kompetensi dan potensi. Kompetensi mengukur pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja ASN, sementara potensi menilai kemampuan ASN dalam menduduki peran yang lebih tinggi di masa depan.
Rifa'i juga menyoroti penerapan ASN Corpu yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang. Program ini merupakan gagasan Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang wajib diterapkan di seluruh instansi pemerintah daerah.
ASN Corpu diharapkan menjadi wadah pengembangan kompetensi berbasis pembelajaran organisasi yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Saya tegaskan kembali bahwa keberhasilan manajemen talenta ASN tidak akan terwujud tanpa komitmen kita bersama untuk mempercayai dan memanfaatkan hasil asesmen ini secara maksimal,” tegasnya.
Rifa’i berharap para pejabat administrator dan pengawas yang mengikuti CACT dapat menindaklanjuti hasil evaluasi dengan menyusun data penunjang pengembangan kompetensi serta menyusun Individual Development Plan (IDP) yang selaras dengan kebutuhan organisasi. “Mari kita wujudkan birokrasi yang lincah dan profesional,” tutupnya. (RETHA)









