KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemkab Kapuas mengambil langkah strategis untuk memastikan keberhasilan program cetak sawah 2025.

Melalui pembahasan verifikasi data yang mendalam, Pemkab menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah melalui pemanfaatan data spasial yang terintegrasi dan akurat.

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Sekda Kapuas ditekankan bahwa validitas data memegang peranan krusial.

Sekda dalam arahannya menyampaikan bahwa keberhasilan seluruh kegiatan cetak sawah sangat bergantung pada data spasial dan hasil verifikasi lapangan yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan.

"Data spasial dan hasil verifikasi lapangan harus benar-benar akurat agar barang tersedia bisa dimanfaatkan tepat sasaran," ungkap Sekda, Rabu, 5 November 2025.

Akurasi data ini menjadi kunci, tidak hanya untuk efisiensi program, tetapi juga untuk mendukung ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil pembahasan tersebut, seluruh peserta rapat menyepakati beberapa langkah penting. Salah satunya komitmen melakukan penyesuaian data spasial yang ada, disandarkan pada temuan faktual terbaru yang didapat dari lapangan.

Kesepakatan lainnya adalah pembaruan menyeluruh terhadap peta lokasi cetak sawah. Peta yang telah diperbarui dan terverifikasi ini nantinya akan menjadi acuan resmi dan satu-satunya dalam pelaksanaan seluruh kegiatan cetak sawah pada tahun 2025 mendatang.

Sebuah tim khusus juga dipastikan akan menindaklanjuti hasil verifikasi secara detail. Tim ini bertugas melengkapi laporan dengan dokumentasi yang valid serta koordinat titik lokasi yang presisi, memastikan tidak ada ruang untuk kesalahan data di kemudian hari.

Dalam pertemuan itu, tim teknis juga telah memaparkan hasil survei lapangan dan data spasial berbasis GIS (Geographic Information System) yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber.

Data tersebut sebelumnya telah menjadi acuan dalam penentuan luasan dan titik koordinat program cetak sawah tahun 2024, dan kini disempurnakan untuk program tahun 2025. (SABRIANOOR)