BORNEONEWS, Sampit – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan segera menyasar kelompok B3, yaitu balita, ibu hamil (Bumil), dan ibu menyusui (Busui).
“Kami datang ke SPPG di Sampit ini ingin memastikan bahwa pelaksanaan makan bergizi gratis, terutama distribusi untuk kelompok B3, berjalan dengan baik. Namun sampai hari ini, pelaksanaannya masih terbatas di angka 989 porsi, sehingga belum menyentuh kelompok B3. Distribusi masih difokuskan untuk anak sekolah,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Tengah Sunarto, Rabu, 5 November 2025.
Dirinya mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Yos Sudarso, Sampit. SPPG tersebut telah menjalankan program MBG selama 2 hari dengan menyasar 3 sekolah.
Lanjut Sunarto, berdasarkan MoU antara BGN dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, terdapat tiga kewajiban utama pihaknya yakni penyediaan data kelompok sasaran, membantu distribusi melalui tim pendamping keluarga, serta melakukan monitoring dan evaluasi (monev).
“Di SPPG Yos Sudarso ini, pelaksanaan untuk B3 memang belum dimulai karena masih dibatasi jumlah porsinya. Namun, ke depan akan ditambah secara bertahap. Ketika kuota sudah meningkat, barulah B3 menjadi sasaran prioritas berikutnya,” imbuhnya.
Sunarto mengapresiasi pengelola SPPG Jalan Yos Sudarso yang mayoritas merupakan anak muda dengan semangat dan kompetensi tinggi dalam mendukung suksesnya program nasional tersebut.
“Saya sangat apresiasi karena pengelolanya anak-anak muda semua, punya semangat dan kompetensi luar biasa. Mari kita bersama-sama mendukung agar program MBG yang digerakkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini sukses demi Generasi Emas 2045,” ujarnya.
Ia menambahkan, BKKBN telah menyiapkan data sasaran B3 dalam radius 6 kilometer dari lokasi SPPG atau sekitar 30 menit perjalanan menggunakan sepeda motor, lengkap dengan petugas di lapangan seperti PKB-PLKB dan Tim Pendamping Keluarga yang akan membantu pelaksanaan distribusi.
Untuk seluruh wilayah Kalimantan Tengah, kata Sunarto, jumlah sasaran B3 yang sudah terlayani baru mencapai sekitar 789 orang, karena sebagian besar SPPG masih dalam tahap awal pelaksanaan dan peningkatan kapasitas distribusi.
“Memang belum semua SPPG bisa menyalurkan ke B3 karena pelaksanaannya dilakukan bertahap. Saat ini fokus pada memastikan sistem dan distribusi berjalan baik, mulai dari 1.000, 1.500 hingga 3.000 porsi. Nanti, saat kapasitas penuh, B3 akan menjadi sasaran. Kami juga wajib melaporkan distribusi B3 ini setiap hari Jumat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, SPPG Yos Sudarso Sampit telah beroperasi selama dua hari dengan menyasar tiga sekolah, yakni SMPN 1 Sampit, SMK Santo Yosef, dan TK Idhata, dengan total 989 porsi MBG. Secara bertahap, kapasitas distribusi akan ditingkatkan hingga 3.000 porsi per hari, termasuk untuk kelompok B3. (DEWI PATMALASARI/y)









