BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Keindahan dan kekuatan budaya Suku Dayak dari Kalimantan Tengah sukses memukau dunia. Sanggar Seni Hapakat Penyang, yang berasal dari Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, tampil memukau dalam ajang The 2nd APEBSKID International Conference on Multidisciplinary Studies (AIComS).
Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh APEBSKID (Afiliasi Pengajar, Peneliti Budaya, Bahasa, Sastra, Komunikasi, Seni, dan Desain) ini berlangsung meriah di Makassar,
Kegiatan dihadiri oleh ratusan akademisi, peneliti, dan budayawan dari berbagai negara seperti Filipina, Netherland, London, Amerika Serikat dan Selandia Baru.
Di bawah arahan Yulia Tanti Nova, M.Pd, Sanggar Seni Hapakat Penyang tampil sebagai representasi budaya Indonesia, khususnya warisan seni dari Bumi Borneo. Mereka mendedikasikan penampilan mereka untuk Tari Tradisional Suku Dayak, yang kental dengan makna filosofis dan gerakan yang enerjik.
Penampilan ini berhasil menciptakan sebuah jembatan budaya, memperkenalkan kekayaan etnik Dayak di tengah forum akademik dan riset internasional. Yulia Tanti Nova, M.Pd., menyampaikan bahwa momen ini sangat berharga.
"Kami bangga bisa membawa nama Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, dan menyajikan keunikan Tari Dayak di forum sekelas APEBSKID, “ ungkap Nova sapaan akrabnya, Kamis, 6 November 2025
Menurutnya, Ini bukan hanya pertunjukan, tetapi juga edukasi bahwa budaya daerah kami memiliki nilai yang tinggi dan relevan di kancah global. Semoga ini menginspirasi generasi muda Seruyan untuk terus melestarikan warisan nenek moyang
Kehadiran Sanggar Seni Hapakat Penyang menjadi bukti nyata bagaimana seni tradisional mampu berinteraksi secara harmonis dengan wacana akademik modern.
Keberhasilan ini diharapkan semakin memotivasi pemerintah daerah dan komunitas seni di Kalimantan Tengah untuk terus mendukung upaya pelestarian dan promosi budaya lokal hingga ke panggung-panggung dunia. (FAHRUL/H)









