BORNEONEWS, Sampit – Rekonstruksi Jalan Pramuka Sampit mulai dikerjakan jelang penghujung tahun 2025. Aktivitas proyek tersebut mulai terlihat sejak Selasa, 4 November 2025, dengan pembersihan badan jalan oleh petugas proyek.
Menurut keterangan Selfi, salah seorang warga sekitar, petugas proyek sudah mulai melakukan pembersihan di kanan dan kiri jalan sejak awal pekan.
“Lalu hari ini sudah banyak truk engkel yang hilir mudik mengangkut material untuk penimbunan badan jalan,” ujar Selfi, Kamis, 6 November 2025.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Penataan Ruang Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama menjelaskan, peningkatan Jalan Pramuka ini merupakan bagian dari proyek yang masuk dalam Anggaran Perubahan Tahun 2025.
“Ini masuk anggaran perubahan. Dengan waktu tersisa beberapa bulan ini kami yakin pengerjaan akan selesai. Saya perkirakan hanya memerlukan waktu sekitar satu bulan karena menggunakan sistem CTRB (Cement Treated Recycling Base),” kata Mentana, beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, sistem CTRB ini memungkinkan proses pembangunan berlangsung lebih cepat tanpa mengurangi kualitas jalan. Teknik tersebut juga sebelumnya sudah diterapkan pada peningkatan Jalan HM Arsyad.
Proyek peningkatan Jalan Pramuka ini dikerjakan mulai dari kawasan Pembataan hingga Ring Road Utara, dengan panjang sekitar 2,1 kilometer. Berdasarkan informasi di papan proyek, kegiatan ini mengacu pada kontrak nomor 600.2.10.2/158/KTK/DSDABMBKPRKP-BM/X/2025, dengan nilai Kontrak Rp9.863.004.111
Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Jasa Lintas Utama dengan waktu pelaksanaan hingga 29 Desember 2025. (DEWI PATMALASARI/y)









