SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi (Stamet) H Asan Sampit mencatat kecepatan angin di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) mencapai 28 knots atau sekitar 58 kilometer per jam, saat hujan deras disertai angin kencang melanda pada Kamis siang, 6 November 2025.

Prakirawan BMKG Stamet H Asan Kotim Rizaldo Raditya menjelaskan, fenomena tersebut merupakan akibat dari angin gusty, yaitu hembusan angin cepat yang kecepatannya jauh lebih tinggi dari rata-rata normal.

“Yang tercatat dari alat kami, kecepatan angin mencapai 28 knots atau 58 km/jam. Ini karena ada fenomena angin gusty, yaitu hembusan angin cepat dengan kecepatan minimum 16 km/jam. Benar, ini jauh lebih tinggi dari kecepatan angin normal,” kata Rizaldo, Kamis, 6 November 2025.

Lebih lanjut dijelaskannya, angin kencang tersebut berasal dari downdraft awan cumulonimbus (CB) yang terpantau memiliki suhu lebih dari minus 100 derajat celcius. Kondisi ini menyebabkan awan CB berpotensi besar menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang.

“Untuk fenomena angin kencang ini berasal dari downdraft awan cumulonimbus yang memiliki suhu puncak lebih dari minus 100 derajat celcius, sehingga inti awan berpotensi menghasilkan hujan deras disertai angin kencang,” imbuhnya.

Kondisi cuaca ekstrem ini juga dipengaruhi oleh fenomena global yang saat ini aktif secara bersamaan.

“Kondisi ini juga akibat fenomena global seperti Southern Oscillation, Madden Julian Oscillation (MJO), dan Gelombang Kelvin yang sedang aktif dan berdampak pada peningkatan curah hujan di wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Namun, ia memastikan bahwa awan cumulonimbus kini sudah dalam fase meluruh, sehingga potensi angin kencang susulan saat ini relatif rendah.

“Meskipun begitu, masyarakat tetap diminta waspada karena Kotim sudah memasuki musim hujan. Dengan adanya fenomena global yang masih aktif, peningkatan curah hujan akan terus terjadi,” katanya.

Rizaldo juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah antisipatif dan mitigasi bencana di lingkungan masing-masing.

“Sebaiknya masyarakat melakukan antisipasi seperti memotong pohon yang sudah lapuk, membersihkan selokan dan saluran air, serta mengamankan benda-benda yang mudah terbawa angin,” pesannya.

Sebelumnya diberitakan, angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kotim dan menyebabkan atap minimarket di Kecamatan Cempaga Hulu terbang, sementara di beberapa lokasi lain dilaporkan pohon tumbang dan papan reklame roboh.

Peristiwa tersebut terjadi di Simpang Tiga Pelantaran, Cempaga Hulu, sekitar pukul 13.20 WIB, dan sempat direkam oleh warga. Video berdurasi 1 menit 13 detik itu menunjukkan atap bangunan minimarket Alfamart terangkat dan beterbangan diterpa angin kuat.

Selain itu, pohon besar tumbang di Desa Bajarum, Kecamatan Kota Besi, sempat menutup seluruh badan jalan dan menghambat arus lalu lintas. 

Kejadian serupa juga terjadi di Jalan Tjilik Riwut dekat Kompi Antang, di mana papan reklame besar ambruk akibat terpaan angin. (DEWI PATMALASARI/j)