PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan Forum Kolaborasi Pemulihan Ekosistem Gambut yang digelar PT Menteng Kencana Mas atau MKM, anak perusahaan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS, tidak hanya menjadi ajang sinergi multipihak, tetapi juga merupakan bagian nyata dari implementasi komitmen No Deforestation, No Peat, No Exploitation atau NDPE yang diterapkan secara ketat di seluruh lini perusahaan.

Dalam kebijakan keberlanjutannya, SSMS menegaskan komitmen untuk tidak melakukan deforestasi, tidak membuka lahan gambut baru, serta tidak melakukan praktik eksploitasi yang melanggar hak-hak masyarakat maupun prinsip kelestarian lingkungan. Pendekatan ini menjadi fondasi utama dalam operasional perusahaan untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang sektor kelapa sawit yang bertanggung jawab.

Direktur Sustainability PT SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo, menuturkan bahwa pelaksanaan program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) merupakan langkah konkret dari implementasi prinsip NDPE di tingkat tapak.

“Program ini adalah bentuk nyata dari komitmen SSMS Group dalam menerapkan prinsip NDPE secara konsisten di seluruh rantai pasok kami,” ujarnya dalam rilis pada Kamis, 6 November 2025.

Henky menambahkan, keberhasilan pemulihan gambut hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa upaya pemulihan gambut tidak hanya menjaga keseimbangan ekologi, tetapi juga membawa manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Inilah esensi keberlanjutan yang ingin kami wujudkan,” jelasnya.

Melalui forum ini, PT Menteng Kencana Mas menegaskan komitmennya sebagai bagian dari SSMS Group untuk terus menjaga keseimbangan antara produktivitas perkebunan dan kelestarian lingkungan. Kolaborasi ini juga menjadi upaya nyata memperkuat sinergi dengan pemerintah serta masyarakat dalam mewujudkan desa yang mandiri, peduli, dan berdaya terhadap ekosistem gambut.

Dengan demikian, implementasi program DMPG di bawah payung kebijakan NDPE bukan hanya menjadi simbol komitmen korporasi, tetapi juga bukti bahwa sektor perkebunan kelapa sawit dapat menjadi bagian penting dari solusi pemulihan lingkungan sekaligus penggerak pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)