PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebagai bagian dari komitmen dalam mewujudkan praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, PT Menteng Kencana Mas atau MKM, anak perusahaan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS, menggelar Forum Kolaborasi Pemulihan Ekosistem Gambut di wilayah operasionalnya, Kalimantan Tengah. Kegiatan ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam memperkuat sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk menjaga serta memulihkan fungsi ekosistem gambut secara berkelanjutan.

Forum ini merupakan bagian dari implementasi program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG), yang menjadi prioritas nasional dalam kurun waktu 2024–2030. Program tersebut diatur melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) Nomor P.16 Tahun 2017 tentang Pedoman Teknis Pemulihan Ekosistem Gambut.

Direktur Sustainability PT SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo, mengatakan bahwa forum ini tidak sekadar menjadi wadah diskusi, tetapi juga ruang aktualisasi komitmen SSMS Group terhadap prinsip NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation).

“Kami berupaya memastikan seluruh anak perusahaan, termasuk PT Menteng Kencana Mas, menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lahan gambut. Kolaborasi seperti ini penting agar upaya perlindungan ekosistem dapat berjalan efektif dan berkesinambungan,” ujarnya dalam rilis pada Kamis, 6 November 2025.

Menurut Henky, kerusakan ekosistem gambut di Kalimantan Tengah meningkat cukup signifikan sejak 2017 hingga 2024. Kondisi ini, katanya, mendorong perlunya langkah konkret lintas sektor.

“Ekosistem gambut memiliki fungsi ekologis dan hidrologis yang sangat vital. Jika tidak dijaga, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga masyarakat sekitar,” tambahnya.

Saat ini, terdapat empat desa yang telah menjalin kerja sama dengan PT Menteng Kencana Mas dalam pelaksanaan program DMPG, yakni Desa Panarung, Desa Terusan Raya Barat, Desa Tahai Jaya, dan Desa Kanamit. Melalui kemitraan ini, perusahaan bersama masyarakat setempat melaksanakan berbagai kegiatan, seperti penanaman kembali vegetasi lokal, pengelolaan tata air, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lahan gambut.

Henky menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang SSMS Group.

“Kami ingin memastikan bahwa aktivitas operasional tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga berkontribusi positif terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Pemulihan gambut ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/y)