KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Arus lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan, jalur vital penghubung Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng), mengalami kelumpuhan total pada Kamis, 6 November 2025. Kemacetan parah ini dipicu oleh sebuah truk kontainer yang mengalami masalah dan berhenti melintang di badan jalan.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasi truk yang rusak berada tidak jauh dari jalur strategis menuju Jembatan Barito. Truk kontainer itu diduga mengalami kerusakan, seperti ban amblas atau kendala mesin, sehingga berhenti total dan memakan seluruh badan jalan, menutup akses dari kedua arah.

Kemacetan mulai terasa sejak pukul 15.00 WIB. Kondisi semakin memburuk dan tak terkendali memasuki malam hari. Hingga pukul 20.00 WITA atau 19.00 WIB, volume kendaraan dilaporkan meningkat drastis, menyebabkan tumpukan kendaraan yang jauh lebih parah dibandingkan sore hari.

Laporan dari lapangan menggambarkan antrean kendaraan yang mengular panjang. Kemacetan total terjadi di beberapa titik krusial, baik dari arah Kalsel menuju Kalteng, dari perbatasan Kalsel-Kalteng, maupun arus sebaliknya dari Kalteng yang tertahan sejak persimpangan Handil Bakti.

Situasi ini membuat para relawan dan pengguna jalan mengimbau pengendara lain untuk mencari alternatif. 

"Untuk pengendara yang mau melintasi Jembatan Barito, kalau bisa untuk saat ini, beristirahat dulu atau cari alternatif lain," ucap seorang relawan yang menginformasikan kondisi di lokasi kejadian.

Menanggapi kelumpuhan ini, pihak berwenang telah dikonfirmasi mengirimkan alat berat ke lokasi. Sebuah unit crane telah dikerahkan untuk memulai proses evakuasi badan truk kontainer tersebut agar arus lalu lintas dapat segera diurai dan kembali normal. (SABRIANOOR/y)