BORNEONEWS, Palangka Raya - Keberhasilan Tree Adoption meraih Juara 1 dalam ajang Karya Inovasi Citra Borneo Indah atau CBI Group 2025 bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang bagaimana nilai keberlanjutan dapat tumbuh melalui kolaborasi dan kepedulian.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Sustainability PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS, Henky Satrio Wibowo dalam rilisnya pada Jumat, 7 November 2025.
“Inovasi ini membuktikan bahwa keberlanjutan tumbuh dari kolaborasi dan kepedulian,” ujar Henky.
Ia menekankan bahwa Tree Adoption tidak sekadar proyek teknologi, melainkan bentuk nyata dari sinergi antara manusia dan alam.
“TreeAdopt bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang bagaimana kita membangun sistem yang membuat manusia dan alam berjalan beriringan. Inilah bentuk nyata komitmen ESG yang hidup di setiap lini kerja kami,” lanjutnya.
Henky menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim yang terus berinovasi untuk menciptakan solusi nyata terhadap tantangan konservasi. Tree Adoption, menurutnya, menjadi simbol bagaimana transformasi digital dapat diterapkan dalam pengelolaan lingkungan secara efektif, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem hutan.
Sementara itu, Amrin Fauzi Lubis, perwakilan tim Gugus Tree Adoption, mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas capaian tersebut.
“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Setiap langkah di lapangan memberi kami pelajaran bahwa menjaga lingkungan bukan tugas satu pihak saja. Melalui inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil, dari kepedulian, dari aksi nyata,” ujarnya.
Menurut Amrin, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. Tree Adoption membuka peluang bagi publik untuk ikut berkontribusi dalam menjaga pohon dan area konservasi secara digital. Pendekatan ini membuat gerakan pelestarian hutan menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen PT SSMS Tbk dalam mengintegrasikan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam praktik bisnisnya. SSMS berharap langkah inovatif seperti Tree Adoption dapat menjadi inspirasi bagi industri kelapa sawit lainnya untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan.
“Kami percaya, keberlanjutan bukan sekadar tujuan, tetapi perjalanan yang harus dijalani bersama,” pungkas Henky. (TESTI PRISCILLA/H)









