PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebagai bagian dari komitmen dalam mewujudkan praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, PT Menteng Kencana Mas atau MKM, anak perusahaan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS, menggelar Forum Kolaborasi Pemulihan Ekosistem Gambut di wilayah operasionalnya, Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam memperkuat sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk menjaga serta memulihkan fungsi ekosistem gambut secara berkelanjutan.

Forum ini merupakan bagian dari implementasi program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG), yang menjadi prioritas nasional dalam kurun waktu 2024–2030. Program tersebut diatur melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) Nomor P.16 Tahun 2017 tentang Pedoman Teknis Pemulihan Ekosistem Gambut.

Direktur Sustainability PT SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo, mengatakan bahwa forum ini tidak sekadar menjadi wadah diskusi, tetapi juga ruang aktualisasi komitmen SSMS Group terhadap prinsip NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation).

“Kami berupaya memastikan seluruh anak perusahaan, termasuk PT Menteng Kencana Mas, menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lahan gambut. Kolaborasi seperti ini penting agar upaya perlindungan ekosistem dapat berjalan efektif dan berkesinambungan,” ujarnya dalam rilis pada Jumat, 7 November 2025.

Menurut Henky, kerusakan ekosistem gambut di Kalimantan Tengah meningkat cukup signifikan sejak 2017 hingga 2024. Kondisi ini, katanya, mendorong perlunya langkah konkret lintas sektor.

“Ekosistem gambut memiliki fungsi ekologis dan hidrologis yang sangat vital. Jika tidak dijaga, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga masyarakat sekitar,” tambahnya.

Saat ini, terdapat empat desa yang telah menjalin kerja sama dengan PT Menteng Kencana Mas dalam pelaksanaan program DMPG, yakni Desa Panarung, Desa Terusan Raya Barat, Desa Tahai Jaya, dan Desa Kanamit. Melalui kemitraan ini, perusahaan bersama masyarakat setempat melaksanakan berbagai kegiatan, seperti penanaman kembali vegetasi lokal, pengelolaan tata air, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lahan gambut.

Melalui program DMPG, masyarakat desa bersama PT Menteng Kencana Mas akan melaksanakan serangkaian kegiatan pemulihan ekosistem gambut yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kegiatan ini mencakup pembasahan gambut (program R1) melalui pembangunan tabat dan sumber air di lahan gambut, penanaman vegetasi lokal (program R2), penguatan kelembagaan masyarakat peduli gambut, serta revitalisasi ekonomi berbasis pengelolaan lahan berkelanjutan (program R3).

Langkah-langkah tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam upaya pemulihan ekosistem gambut. Pemerintah desa menyambut positif kehadiran program ini yang dinilai mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendorong kesejahteraan warga.

“Kami sangat senang akhirnya bisa ikut terlibat dalam program pemulihan gambut ini. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan adanya pembasahan dan penanaman di area kebun, kami berharap tidak ada lagi kebakaran di handil-handil warga,” ujar salah satu kepala desa yang hadir dalam forum tersebut.

Forum kolaborasi yang difasilitasi PT MKM ini juga dihadiri oleh para kepala desa, kelompok Masyarakat Peduli Tabat (MPT), serta warga pemilik kebun di area handil-handil. Mereka berdiskusi aktif membahas strategi teknis pemulihan gambut dan langkah-langkah mitigasi kebakaran yang berbasis partisipasi masyarakat.

Henky Satrio menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Pemulihan gambut tidak bisa dilakukan hanya oleh perusahaan. Diperlukan kolaborasi dan kesadaran bersama, terutama masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di sekitar lahan gambut. Mereka adalah garda terdepan menjaga agar ekosistem tetap lestari,” katanya.

Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang bisa direplikasi di wilayah lain di Kalimantan Tengah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat bisa menciptakan solusi nyata bagi pemulihan lingkungan sekaligus meningkatkan taraf hidup warga,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi nyata komitmen No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) yang diterapkan oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). Dalam kebijakan keberlanjutannya, SSMS berkomitmen untuk tidak melakukan deforestasi, tidak membuka lahan gambut baru, dan tidak melakukan praktik eksploitasi yang melanggar hak masyarakat maupun lingkungan.

“Program Desa Mandiri Peduli Gambut ini merupakan bentuk nyata dari komitmen SSMS Group dalam menerapkan prinsip NDPE secara konsisten di seluruh rantai pasok kami,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi fondasi utama keberlanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa upaya pemulihan gambut tidak hanya menjaga keseimbangan ekologi, tetapi juga membawa manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Inilah esensi keberlanjutan yang ingin kami wujudkan,” ungkap Henky.

Dengan adanya forum ini, PT Menteng Kencana Mas menegaskan komitmennya sebagai bagian dari SSMS Group untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas perkebunan dan kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang mandiri, peduli, dan berdaya terhadap ekosistem gambut.

Melalui pendekatan ini, SSMS Group menunjukkan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit dapat berperan aktif dalam pemulihan ekosistem gambut dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah — menghadirkan harmoni antara ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/H)