PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, memperkenalkan konsep Ekoteologi dan Trilogi Kerukunan Jilid II sebagai bentuk penguatan nilai spiritual dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam kegiatan Silaturahmi dan Pembinaan ASN Lingkup Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Menag menyebut konsep tersebut sangat sejalan dengan kultur masyarakat Dayak yang menyatu dengan alam.

“Ekoteologi menekankan bahwa menjaga kelestarian alam adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab spiritual sebagai wakil Tuhan di bumi,” ujar Nasaruddin Umar di Palangka Raya, seperti dikutip Borneonews pada Jumat, 7 November 2025.

Ia menjelaskan, Trilogi Kerukunan Jilid II terdiri dari tiga harmoni, yakni kerukunan antarsesama manusia yang menekankan penghormatan terhadap semua ciptaan Tuhan, kerukunan dengan lingkungan hidup yang mencerminkan kesadaran ekologi, dan kerukunan dengan Tuhan melalui hubungan spiritual yang mendalam.

Menurut Menag, tiga nilai tersebut harus menjadi dasar dalam membangun kehidupan beragama yang seimbang dan berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh aparatur Kementerian Agama untuk berperan aktif menciptakan kerukunan umat beragama dengan cara mendekatkan masyarakat kepada ajaran agamanya masing-masing.

“Ajaklah seluruh umat dekat menyatu dengan agamanya masing-masing, semakin dekat dengan agama, semakin aman negeri ini,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/H)