KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya S Monong yang juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Gumas memimpin upacara Hari Pramuka ke-64 yang dilaksanakan di Lapangan Isen Mulang Kota Kuala Kurun, Jumat, 7 November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Jaya membacakan sambutan dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen Pol (Purn) Budi Waseso.

Dalam sambutannya disebutkan bahwa gerakan pramuka sebagai organisasi pendidikan non formal yang memiliki tugas dan peran yang penting dalam membantu pemerintah.

"Gerakan Pramuka memiliki peran, tugas, dan fungsi yang sangat penting dalam membantu program pemerintah, khususnya dalam membina generasi muda melalui pendidikan karakter," kata Jaya, Jumat, 7 November 2025.

Gerakan Pramuka iuga memberikan pendidikan life skill, soft skill, dan hard skill serta penguatan kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik yang menjadikan seorang pamuka sebagai kader pemimpin bangsa yang paripurna.

Anggota Gerakan Pramuka perlu secara konsisten untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif, seperti bakti sosial, turut serta dalam membantu kelancaran arus mudik disetiap hari raya, serta kegiatan yang berdampak lainnya. 

Sehingga kata Jaya pada momen- momen tersebut jelas terlihat kehadiran anggota Gerakan Pramuka di tengah masyarakat.

"Kami mengajak kepada seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk terus aktif dalam berbagai bentuk pengabdian masyarakat, hadir di setiap momen-momen krisis seperti saat terjadi bencana, terlibat dalam tim Search and Rescue (SAR) dan penanggulangan bencana lainnya," ucapnya.

Peringatan Hari Pramuka ke-64 kali ini mengusung tema "Kolaborasi Untuk Membangun Ketahanan Bangsa", tema ini bukan hanya menjadi slogan, tetapi sebagai sebuah tekad dan komitmen bersama untuk terus dapat memperkuat jati diri pramuka sebagai insan Pancasila.

Insan yang siap menjadi garda terdepan untuk menjaga dan mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

"Diharapkan setiap Pramuka akan senantiasa memegang teguh Ildeologi Pancasila Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati," tukasnya. (RISKA YULYANA)