KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan – Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Dr Ahmad Najib Burhani, meninjau calon lokasi pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Jumat, 7 November 2025. 

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kedatangan Wakil Menteri dan Staf Kepresidenan sebelumnya.

Dirjen Najib Burhani tiba di Kasongan dan disambut hangat oleh Bupati Saiful dan Wakil Bupati Firdaus. 

Lokasi yang ditinjau adalah di area 1 yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan, tidak jauh dari Sungai Salak Kasongan, dengan luas sekitar 20 hektar.

Dalam kunjungannya, Dirjen Najib Burhani menyampaikan apresiasinya terhadap usulan lahan tersebut. 

"Kami mengapresiasi usulan lahan untuk menjadi lokasi Sekolah Garuda di Kabupaten Katingan ini," ujarnya.

Jika pembangunan sekolah garuda di Katingan mendapat persetujuan, maka pembangunannya akan dibangun mulai tahun 2026 nanti dan selesai akhir tahun atau dalam kurun waktu sekitar delapan bulan.

Namun, Dirjen menekankan bahwa pembangunan sekolah ini tidak hanya berfokus pada fisik semata, melainkan juga pada pembentukan karakter dan nasionalisme tinggi para siswa.

"Kita berharap siswa siswi yang bersekolah di Sekolah Garuda itu bukan sekadar sekolah di kelas, namun berinteraksi dengan masyarakat, berinteraksi dengan sosial budaya, alam yang ada di lokasi," jelasnya.

Ada beberapa hal penting yang menjadi pertimbangan utama Dirjen Saintek dalam menetapkan lokasi yang ideal, di antaranya ketebalan gambut. 

Dirjen berharap siswa dapat melihat nilai positif dari gambut yang dalam dan mempelajari lingkungan alam setempat.

Kemudian menghubungkan siswa dengan lingkungan, seperti Taman Nasional yang menurut Bupati Katingan, 51 persen wilayahnya berada di kabupaten tersebut. Hal ini juga terkait dengan konsep carbon tracking.

Selanjutnya kokasi diharapkan dapat menunjukkan kebinekaan melalui berbagai etnis yang ada di Indonesia, serta kultur tempat budaya, termasuk adanya sekitar 20 persen penganut Kaharingan di wilayah tersebut.

"Kita berharap siswa siswi sekolah garuda itu yang nanti masuk di perguruan tinggi terbaik di dunia, mereka juga memiliki nasionalisme yang tinggi dan menjadi calon para pemimpin bangsa atau pemimpin dibidang ilmu pengetahuan," tegas Prof Dr Najib Burhani.

"Jadi kita tidak hanya membangun gedung tapi membangun mimpi dan harapan, membangun masa depan, makanya kita mencari lokasi yang sangat ideal," tambahnya. (ABDUL GOFUR/j)