BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Nurhidayah secara resmi membuka Musyawarah Kerja Provinsi (Muskerprov) Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Tengah Tahun (Kalteng) 2025 yang digelar pada Kamis, 6 November 2025 di Aula Sangga Banua Kantor Bupati.
Dalam sambutannya, Nurhidayah menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Muskerprov dan mengungkapkan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut di Kabupaten Kobar.
Ia mengatakan, Muskerprov PMI Kalteng 2025 bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum untuk menyatukan semangat, memperkuat langkah, serta merancang masa depan PMI yang semakin tangguh dan relevan di tengah tantangan kemanusiaan yang kian kompleks.
“Kita semua tahu, tantangan kemanusiaan hari ini tidak lagi sederhana. Bencana datang silih berganti, perubahan iklim semakin nyata, dan kebutuhan masyarakat terhadap kehadiran PMI terus meningkat. Dalam setiap situasi itu, warna merah putih PMI selalu hadir sebagai simbol kasih, keikhlasan, dan pengorbanan tanpa pamrih,” tuturnya.
Kemudian, ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh relawan dan pengurus PMI di Kalimantan Tengah atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam membantu masyarakat. Ia menilai semangat kemanusiaan yang dimiliki PMI adalah kekuatan luar biasa yang patut dijaga dan dibanggakan.
“Banyak relawan yang turun langsung ke lapangan, menembus hujan, lumpur, bahkan risiko bencana demi menolong sesama. Tidak banyak organisasi yang mampu menjaga semangat kemanusiaan sekuat PMI, dan itu sesuatu yang luar biasa,” katanya.
Lebih lanjut, Nurhidayah menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kobar untuk terus bersinergi dengan PMI, baik dalam penanggulangan bencana, layanan kesehatan, maupun pembinaan generasi muda agar semakin banyak anak muda yang peduli dan memiliki jiwa sosial tinggi.
“PMI Kabupaten Kotawaringin Barat sudah mengembangkan sayapnya, tidak hanya identik dengan donor darah, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial masyarakat. Alhamdulillah, partisipasi masyarakat luar biasa. Kadang kami bahkan kelebihan stok darah karena antusiasme pendonor yang tinggi,” ungkapnya.
Ia berharap, hasil Muskerprov PMI Kalteng Tahun 2025 dapat melahirkan gagasan baru yang inovatif, memperkuat jaringan kerja, dan meningkatkan profesionalisme organisasi.
“Dengan kerja bersama dan niat yang tulus, saya percaya PMI Kalimantan Tengah akan semakin kuat, solid, dan profesional,” tutupnya. (NURITA/j)









