PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, seluruh kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di provinsi ini mengalami inflasi secara year-on-year (y-on-y) pada Oktober 2025. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa kondisi ini menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum di seluruh wilayah pemantauan.

“Empat kabupaten/kota IHK di Kalimantan Tengah seluruhnya mengalami inflasi secara tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sukamara sebesar 3,02 persen dengan IHK sebesar 110,45,” ujar Agnes pada Jumat, 7 November 2025.

Agnes menjelaskan, inflasi terendah tercatat di Kota Palangka Raya sebesar 2,61 persen dengan IHK sebesar 108,29.

“Pergerakan harga di ibu kota provinsi relatif lebih terkendali dibandingkan daerah lainnya, namun secara umum tetap menunjukkan tren kenaikan harga,” imbuhnya.

Selain secara tahunan, lanjut Agnes, seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah juga mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) pada Oktober 2025. Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas dengan inflasi sebesar 0,68 persen, diikuti oleh daerah lain yang juga mengalami kenaikan harga meski dengan persentase yang lebih rendah.

Menurut Agnes, capaian inflasi yang merata di seluruh wilayah menunjukkan bahwa tekanan harga masih terjadi pada sejumlah komoditas utama, baik yang bersumber dari sektor pangan maupun jasa.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama antara pemerintah daerah dan tim pengendalian inflasi daerah agar langkah-langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini,” katanya.

Ia menambahkan, BPS terus melakukan pemantauan harga secara berkala di seluruh kabupaten/kota IHK untuk memastikan data inflasi yang akurat dan dapat dijadikan dasar kebijakan ekonomi daerah.

“Informasi inflasi ini penting sebagai indikator kestabilan ekonomi daerah sekaligus gambaran daya beli masyarakat,” pungkas Agnes. (TESTI PRISCILLA/j)