NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Malam Grand Final Putra Putri Kebudayaan Indonesia 2025 di Bali, Sabtu, 1 November 2025, menjadi momen membanggakan bagi Kalimantan Tengah. Tria Wulandari Laka, putri asal Kabupaten Lamandau, berhasil menyabet gelar Putri Kebudayaan Indonesia 2025.

Kabar ini tentu disambut suka cita oleh masyarakat Lamandau dan Kalimantan Tengah. Tria, yang merupakan jebolan ajang Bujang-Dara Lamandau, telah menunjukkan kemampuan dan kecintaannya terhadap budaya Indonesia.

Tria tampil memukau di malam final dengan pembawaan yang anggun dan wawasan yang luas tentang budaya lokal. Penampilannya berhasil memikat hati para juri dan penonton yang hadir. Setelah dinobatkan sebagai Putri Kebudayaan Indonesia 2025

"Saya sangat bangga dan terharu bisa meraih gelar ini. Ini adalah impian saya sejak lama," ujarnya, Jumat, 7 november 2025

Keberhasilan Tria meraih gelar Putri Kebudayaan Indonesia 2025 tidak lepas dari persiapan matang dan dukungan dari berbagai pihak. Ia telah mempersiapkan diri dengan baik untuk ajang ini, termasuk mempelajari berbagai aspek budaya Indonesia.

Selain itu, dukungan dari keluarga, teman-teman, dan masyarakat Lamandau juga menjadi motivasi bagi Tria untuk memberikan yang terbaik. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa putri-putri daerah juga mampu bersaing di tingkat nasional. 

"Kami sangat mendukung Tria untuk terus mengembangkan potensinya dan mempromosikan budaya terutama budaya  Lamandau," kata Kepala Dinas Pariwisata, Hendroplin. 

Pasangan Tria, Putra Kebudayaan Indonesia 2025, berasal dari Yogyakarta atas nama Hilmi Zaidan. Keduanya diharapkan dapat menjadi duta budaya yang mampu mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke seluruh penjuru negeri.

Kemenangan Tria Wulandari Laka ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Lamandau dan Kalimantan Tengah untuk terus melestarikan dan mengembangkan budaya daerah. (NATALIA KRISTIN/j)