BORNEONEWS, Tamiang Layang – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur, melakukan pendampingan sekaligus pengawalan penyaluran bantuan ketersediaan dan distribusi pangan ke sejumlah daerah rawan pangan di Kecamatan Paju Epat, Jumat, 7 November 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan masyarakat pedesaan.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Paju Epat, jajaran penyuluh pertanian, Babinkamtibmas Polri, Babinsa TNI, perangkat desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan agar proses distribusi bantuan dapat berjalan efektif, transparan dan tepat sasaran.
Koordinator BPP Paju Epat, Lukmanul Chakim, mengatakan bahwa pengawalan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan ini merupakan wujud perhatian pemerintah daerah terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kerawanan pangan, sehingga ketersediaan bahan pangan bagi warga tetap terjaga,” ujarnya.
Lukmanul menjelaskan, selain mengawal distribusi bantuan, pihaknya juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan bahan pangan dan upaya meningkatkan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.
“Kami berupaya agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengelola sumber pangan secara mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.
Lukmanul menilai sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pangan di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan Babinsa, Babinkamtibmas, serta perangkat desa yang aktif membantu proses pendistribusian hingga berjalan aman dan tertib,” tuturnya.
Lebih lanjut, Lukmanul berharap kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan sistem ketahanan pangan di tingkat lokal.
“Dengan kerja sama yang solid, kami optimistis Kecamatan Paju Epat dapat menjadi contoh daerah yang tangguh dalam menghadapi tantangan ketersediaan pangan di masa depan,” pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)









