KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Keributan terjadi di kawasan Jalan Gerilya, Kelurahan Kelayan Timur, Kecamatan Banjarmasin Selatan, pada Jumat malam, 7 November 2025. Seorang pria yang merupakan sopir mobil menjadi sasaran amuk massa setelah diduga mengemudi secara ugal-ugalan dan hampir mencelakai pengguna jalan lain.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.31 Wita itu sontak membuat lalu lintas di area tersebut macet total.

Suasana di lokasi kejadian awalnya simpang siur. Informasi yang beredar cepat di antara warga menyebutkan bahwa sopir tersebut dipukuli karena baru saja melakukan tabrak lari. Massa yang tersulut kabar itu langsung mengejar dan berupaya menghentikan laju kendaraan, menduga sopir tersebut berniat melarikan diri dari tanggung jawab.

Namun, setelah sejumlah relawan dan warga melakukan penelusuran di sekitar lokasi, dugaan tabrak lari itu tidak terbukti. Petugas di lapangan memastikan tidak ada laporan ataupun temuan korban luka akibat tertabrak mobil yang dimaksud. Fakta sebenarnya mengenai pemicu amarah warga pun perlahan mulai terungkap.

Berdasarkan kesaksian warga di lokasi, keributan dipicu oleh ulah sopir itu sendiri. Ia diduga kuat mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk. Dalam kondisi tersebut, ia mengendarai kendaraannya secara tidak terkendali dan sangat membahayakan, bahkan dilaporkan nyaris menyerempet pengendara lain yang melintas.

Warga yang melihat aksi berbahaya itu berusaha menghentikan mobil tersebut baik-baik. Bukannya berhenti, sopir itu justru dilaporkan bersikap tidak kooperatif. 

"Disuruh berhenti tidak mau, ternyata (dia malah) mengamuk," ungkap salah satu saksi mata yang berada di lokasi kejadian.

Sikap sopir yang menantang tersebut akhirnya menyulut emosi warga yang sudah jengkel. Tanpa komando, beberapa orang langsung mendatangi sopir, mengeluarkannya dari mobil, dan melakukan "perhitungan". Pukulan membabi buta pun mendarat di tubuh pria tersebut

Beruntung, beberapa warga lain dan relawan yang tiba di lokasi segera melerai dan mengamankan sopir itu dari amukan massa yang lebih besar. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sopir tersebut langsung dibawa dan diserahkan ke pihak kepolisian. Akibat kejadian ini, mobil yang dikendarai sopir dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat menjadi pelampiasan amarah warga. (SABRIANOOR/H)