SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung kemah brigade Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) yang digelar di Halaman Islamic Center Sampit, pada 7–8 November 2025.

“Ikutilah kegiatan ini dengan semangat, kegembiraan, dan kebersamaan. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk menjadi pemuda pemudi muslim dan muslimah yang kuat, cerdas, serta berakhlak mulia,” ujar Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafiq Riswandi, Jumat, 7 November 2025.

Masa remaja adalah masa pembentukan karakter dan jati diri. Di era digital saat ini, generasi muda dihadapkan pada banyak tantangan yang dapat menggeser nilai moral dan keislaman. Karena itu, kegiatan seperti kemah remaja masjid memiliki peran penting dalam pembinaan generasi muda agar tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

“Perkemahan remaja masjid ini memiliki makna strategis dalam membentuk pemuda-pemudi yang saleh dan salehah, beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan berjiwa demokratis. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan,” ujarnya.

Rafiq menegaskan, remaja Islam adalah cahaya umat dan penerus pembangunan, tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga kehidupan sosial dan kemasyarakatan. Melalui organisasi seperti Brigade Remaja Masjid, para pemuda dapat berkumpul dalam lingkungan positif, belajar kepemimpinan, dan menyiarkan nilai-nilai Islam.

“Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan yang membina keimanan dan ketakwaan, terutama bagi pemuda-pemudi. Kami percaya remaja masjid dapat menjadi pelaku utama dalam memakmurkan masjid dan menjadi teladan di masyarakat,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan kemah ini sebagai momentum memperkuat kebersamaan, keikhlasan, dan semangat juang dalam syiar Islam, demi mewujudkan Kotim yang religius dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kotim Jusman menjelaskan, kegiatan Kemah Brigade ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang merupakan pengurus dan remaja masjid dari SMA, SMK, dan pondok pesantren di Kotim.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mengajak generasi muda kembali memakmurkan masjid. Di era globalisasi, banyak anak muda yang larut dalam dunia digital dan mulai menjauh dari masjid. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengembalikan kecintaan mereka kepada rumah Allah,” ujar Jusman.

Selain kegiatan keagamaan, para peserta juga mendapatkan berbagai materi pembinaan karakter dan praktik keagamaan, seperti penyelenggaraan fardhu kifayah, meliputi tata cara memandikan, mengkafani, hingga menyolatkan jenazah.

Tak hanya itu, panitia juga menggelar beragam lomba di antaranya lomba yel-yel islami, lomba shalat berjamaah, kebersihan dan keindahan tenda, serta pelatihan organisasi remaja masjid.

“InsyaAllah tahun depan kegiatan ini akan kami tingkatkan lagi, baik dari sisi jumlah peserta maupun anggarannya, agar semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam gerakan positif memakmurkan masjid,” pungkas Jusman. (DEWI PATMALASARI/H)