PULANG PISAU –

Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i saat menandatangani prasasti, peresmian Gereja Yerusalem Taheta bereng, Sabtu, 8 November 2025. (FOTO : RETHA) 


BORNEONEWS, Pulang Pisau – Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa’i, meresmikan Gedung Gereja Yerusalem Taheta Bereng pada Sabtu, 8 November 2025.

Peresmian tersebut disambut antusias oleh jemaat dan masyarakat setempat yang telah menantikan fasilitas rumah ibadah yang lebih representatif untuk mendukung kegiatan rohani dan pembinaan iman.

Rifa’i menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah adalah bukti nyata terjalinnya kebersamaan serta semangat gotong royong dalam masyarakat. Menurutnya, Gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk beribadah, tetapi juga sebagai ruang sosial yang mendorong penguatan moral dan nilai-nilai kemanusiaan. 

"Saya menyampaikan apresiasi atas kerjasama seluruh pihak dalam pembangunan gedung gereja ini. Semoga dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pembinaan moral bagi seluruh jemaat," ujar Rifa’i.

Rifa'i menjelaskan, pembangunan gereja bukan semata pencapaian fisik, namun mencerminkan kekuatan iman dan persatuan jemaat. Ia menilai bahwa semangat pelayanan, kepedulian, dan pengabdian kepada Tuhan yang tumbuh dalam komunitas gereja merupakan modal sosial yang sangat berharga.

"Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kehidupan rohani masyarakat yang tumbuh kokoh," kata Rifa'i.

Rifa’i juga menyampaikan rasa terima kasih kepada warga gereja yang turut berperan aktif dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Pulang Pisau. Ia mengajak seluruh jemaat untuk terus memperkuat iman sambil tetap menjaga kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Mari kita bergandengan tangan, dengan penuh rasa syukur, terus meningkatkan kualitas kehidupan beragama di daerah ini," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rifa’i berharap toleransi antarumat beragama di Pulang Pisau terus terpelihara dan menjadi fondasi untuk membangun daerah yang lebih maju. Ia menekankan pentingnya harmoni antar pemeluk agama dalam menciptakan Pulpis yang aman, rukun, dan berdaya saing.

"Walaupun berbeda agama, kebersamaan tetap menjadi kekuatan kita dalam membangun Pulang Pisau menjadi lebih baik," tegasnya.

Terkait aspirasi jemaat mengenai penambahan sarana prasarana gereja seperti bangku ibadah, Rifa’i menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti dan mengupayakan pemenuhan kebutuhan tersebut sesuai kemampuan anggaran daerah.

"Nanti kita usahakan. Kita cek dan lihat apa yang bisa segera diakomodasi," tutupnya. (RETHA/H)