BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam menjaga keberlanjutan konservasi orangutan di wilayah setempat.
Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah Agustan Saining mengatakan keberhasilan konservasi bergantung pada kerja sama antara pemerintah, lembaga konservasi, dan mitra internasional.
“Konservasi bukan hanya tindakan melepas satwa ke alam, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap kelestarian hutan. Kami ingin anak cucu kita kelak masih bisa melihat orangutan hidup bebas di hutan Kalimantan,” ujar Agustan di Palangka Raya, seperti dikutip Borneonews pada Sabtu, 8 November 2025.
Dalam kesempatan itu, Agustan menyampaikan apresiasi kepada BOS Foundation, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) atas dedikasi serta kolaborasi mereka dalam mendukung konservasi orangutan.
“Upaya pelestarian tidak akan berhasil tanpa kerja sama yang solid. Karena itu, kolaborasi ini harus terus diperkuat agar dapat menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi alam dan masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
Kegiatan pelepasliaran orangutan di Pulau Bangamat tersebut turut dihadiri Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia Sten Frimondt Nielsen, Kepala BKSDA Kalteng Andi Muhammad Kadhafi, Kepala Balai TNBBBR Persada Agussetia Sitepu, dan CEO Yayasan BOS Jamartin Sihite. (HERMAWAN DP/R)









