BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPR RI Andina Thresia Narang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pemerataan akses internet di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, terutama di daerah terpencil yang masih mengalami blank spot.
Politikus Partai Nasdem yang duduk di Komisi I DPR RI ini mengatakan, persoalan blank spot menjadi perhatian serius mengingat luasnya wilayah Kalimantan Tengah dan pentingnya akses internet bagi masyarakat, terutama generasi muda.
“Mengenai blank spot ini pas sekali dengan bidang kerja kami di Komisi I. Kami terus memperjuangkan agar daerah-daerah di Kalimantan Tengah bisa mendapatkan akses internet yang merata,” ujar Andina, Sabtu, 8 Oktober 2025.
Ia menjelaskan pada 2026 telah disiapkan program penyediaan akses internet di Kabupaten Gunung Mas. Ia diharapkan pada tahun berikutnya program serupa juga menjangkau kabupaten lain di Kalimantan Tengah.
“Untuk 2026 sudah ada program yang akan menyasar Kabupaten Gunung Mas. Kami berharap tahun ke depan akan lebih banyak program internet yang diberikan pemerintah untuk masyarakat,” ucapnya.
Dia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan program internet di Kalimantan Tengah.
“Kalimantan ini wilayahnya sangat luas. Karena itu, koordinasi dengan Kominfo provinsi sangat penting agar tidak ada tumpang tindih program,” imbuhnya.
Menurutnya, pendataan wilayah blank spot dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah untuk menentukan lokasi prioritas yang benar-benar membutuhkan akses internet.
“Untuk pemetaan titik-titiknya kami mengacu pada data daerah. Prioritasnya tentu di wilayah terpencil, karena kami ingin seluruh anak muda di daerah bisa memiliki akses internet untuk belajar dan berkembang,” terang Andina.
Saat ini pihaknya telah mengusulkan 30 titik lokasi baru untuk pembangunan infrastruktur internet di beberapa wilayah di Kalimantan Tengah.
Sebagai wakil rakyat yang baru menjabat, Andina menegaskan, dirinya masih memiliki empat tahun masa kerja di DPR RI dan selama itu ia akan fokus memperjuangkan pemerataan infrastruktur internet di daerah.
“Saya masih punya empat tahun lagi di DPR RI, dan saya pastikan isu pemerataan akses internet ini akan terus saya perjuangkan,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









