BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat perekonomian daerah ini pada triwulan III-2025 tumbuh sebesar 5,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan perbaikan kinerja ekonomi yang cukup solid di tengah dinamika global dan nasional.
Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa peningkatan pertumbuhan tersebut didorong oleh laju positif di sejumlah lapangan usaha.
“Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Perusahaan sebesar 17,85 persen, diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,74 persen, serta Industri Pengolahan sebesar 13,33 persen,” kata Agnes pada Minggu, 9 November 2025.
Menurut Agnes, sektor-sektor tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang lebih luas, terutama dari sisi produksi dan mobilitas barang serta jasa. Namun, ia juga mencatat bahwa tidak semua sektor tumbuh positif.
“Beberapa lapangan usaha masih mengalami kontraksi, seperti Jasa Pendidikan yang turun 1,23 persen dan Pertambangan serta Penggalian yang melemah 1,08 persen,” tambahnya.
Dari sisi sumber pertumbuhan ekonomi (y-on-y), lapangan usaha Industri Pengolahan memberikan andil terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 1,98 persen, disusul Transportasi dan Pergudangan sebesar 1,03 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,99 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa industri pengolahan mulai memegang peranan penting dalam menopang struktur ekonomi daerah,” jelas Agnes.
Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku pada triwulan III-2025 masih didominasi oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi 23,37 persen. Sektor Industri Pengolahan menyusul dengan 16,90 persen, dan Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor berkontribusi 12,70 persen.
“Ketiga lapangan usaha ini menyumbang lebih dari setengah perekonomian Kalimantan Tengah, yakni 52,97 persen,” ungkapnya.
Agnes menegaskan, capaian ini menjadi indikasi bahwa transformasi ekonomi Kalimantan Tengah mulai menunjukkan arah yang positif, di mana sektor industri dan jasa semakin kuat mendukung struktur ekonomi yang selama ini didominasi oleh pertanian.
“Ke depan, penting untuk terus memperkuat sektor-sektor produktif agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan dan inklusif,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/J)









