BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat perekonomian daerah ini terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB, ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan III-2025 mencapai Rp59,7 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp30,9 triliun atas dasar harga konstan 2010.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menjelaskan bahwa dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year), perekonomian Kalimantan Tengah tumbuh sebesar 5,36 persen.
“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Perusahaan yang tumbuh mencapai 17,85 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatat kenaikan tertinggi sebesar 22,23 persen,” kata Agnes pada Minggu, 9 November 2025.
Secara triwulanan atau quarter-to-quarter, lanjut Agnes, ekonomi Kalimantan Tengah juga mengalami pertumbuhan 1,60 persen dibanding triwulan II-2025.
“Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi terjadi pada Lapangan Usaha Konstruksi sebesar 16,78 persen, sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan paling tinggi dicapai oleh Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) yang naik 9,43 persen,” terangnya.
Secara kumulatif (cumulative-to-cumulative), ekonomi Kalimantan Tengah hingga triwulan III-2025 tumbuh 4,80 persen. Lapangan Usaha Jasa Perusahaan kembali mencatat kinerja paling menonjol dengan pertumbuhan 15,99 persen, diikuti oleh meningkatnya ekspor barang dan jasa yang tumbuh 9,25 persen.
Agnes menambahkan bahwa capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi Kalimantan Tengah masih bergerak stabil dengan dukungan kuat dari sektor jasa dan ekspor.
“Pertumbuhan yang cukup konsisten di sektor jasa dan konstruksi menunjukkan adanya pergerakan positif di sektor swasta dan pemerintah, serta meningkatnya aktivitas investasi dan perdagangan,” jelasnya.
Dari sisi spasial, struktur ekonomi di Pulau Kalimantan pada triwulan III-2025 masih didominasi oleh Provinsi Kalimantan Timur dengan kontribusi sebesar 45,61 persen terhadap total PDRB Kalimantan. Kalimantan Tengah berada di urutan keempat dengan kontribusi 12,48 persen, menandakan posisi strategis provinsi ini dalam menopang pertumbuhan ekonomi regional.
Agnes menegaskan, tantangan ke depan adalah menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan melalui penguatan sektor produktif dan perluasan pasar ekspor.
“Peningkatan kualitas infrastruktur dan daya saing industri lokal menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah ke depan,” tuturnya. (TESTI PRISCILLA/J)









