KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Ribuan jamaah dari berbagai penjuru memadati kawasan Kubah Keramat Basirih di Banjarmasin Barat untuk menghadiri puncak peringatan Haul ke-79 Al Habib Hamid bin Abbas Bahasyim, atau yang akrab disapa Habib Basirih, pada Minggu, 9 November 2025. Lautan manusia tumpah ruah di lokasi acara utama sejak pagi hari.

Meski cuaca gerimis mengguyur Kota Banjarmasin, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para jamaah. Berdasarkan pantauan, para jamaah tetap khidmat mengikuti rangkaian acara yang berlangsung dengan nuansa religius yang kental. Acara puncak yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak 7 November, termasuk Mukkadam dan pembacaan 30 Juz Al-Qur'an.

Besarnya animo masyarakat yang hadir berdampak signifikan pada arus lalu lintas di sekitar lokasi. Laporan dari grup relawan "Info Rescue Banjarmasin" menunjukkan terjadinya kemacetan total di beberapa ruas jalan, salah satunya di Jalan tol Basirih. 

"Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat nyaris tidak bergerak, memaksa sebagian jamaah untuk berjalan kaki cukup jauh agar bisa sampai ke lokasi," ungkap Sani, salah satu relawan Banjarmasin.

Untuk menghindari kemacetan parah di jalur darat, tidak sedikit jamaah yang memilih rute alternatif melalui jalur sungai. Pantauan video di grup yang sama memperlihatkan aktivitas pemantauan di jalur sungai, di mana puluhan perahu klotok hilir mudik mengantarkan para peziarah. 

Seperti perhelatan haul pada umumnya, semangat gotong royong dan kedermawanan masyarakat sangat terasa. Terlihat adanya sumbangan logistik dalam jumlah besar, seperti laporan "Alhamdulillah 885 Bungkus Untuk Haul Habib Basirih" dari para donatur. Di berbagai sudut juga tampak warga yang menyediakan makanan dan minuman gratis untuk para jamaah yang datang dari berbagai daerah.

Di tengah khidmatnya acara, tersiar kabar duka yang menyelimuti para relawan dan jamaah. Sebuah pesan di grup WhatsApp menginformasikan bahwa seorang jamaah haul bernama Mujarah, yang disebut berasal dari Berangas, dikabarkan meninggal dunia. Ucapan belasungkawa dan doa pun mengalir dari sesama jamaah untuk almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan.

Peringatan haul ini sekali lagi menegaskan posisi Kubah Basirih sebagai salah satu destinasi wisata religi utama di Kota Banjarmasin, yang bahkan pernah meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia. 

Seiring dengan besarnya acara, imbauan keamanan juga disampaikan. Para relawan mengingatkan jamaah yang meninggalkan rumah untuk memastikan kompor dalam keadaan mati dan colokan listrik tercabut demi mencegah musibah kebakaran. (SABRIANOOR/J)