BORNEONEWS, Mamuju - Kontingen catur Kalimantan Tengah (Kalteng) memulai perjuangannya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur Percasi 2025 di Mamuju, Sulawesi Barat, dengan hasil yang variatif. Pada babak pertama yang telah usai, para atlet dari Bumi Tambun Bungai menghadapi persaingan ketat melawan pecatur dari seluruh Indonesia.
Pelatih kontingen Kalteng, MI Amrullah Hasibuan, menyatakan bahwa hasil di babak pembuka ini menunjukkan ketatnya level kompetisi.
"Hasil di babak pertama ini beragam. Ada atlet kami yang berhasil meraih kemenangan, ada yang bermain remis (imbang), dan ada juga yang harus mengakui keunggulan lawan," ujar Amrullah saat dihubungi Borneonews, Minggu, 9 November 2025.
Di kategori Senior Putra, Dodi Arianto berhasil mengamankan kemenangan. Kemenangan penting juga diraih oleh para pecatur junior, yaitu Akhtar Riziqullah (Junior Putra E), Mikhael Rashdien (Junior Putra F), dan Bellvania (Junior Putri F). Sementara itu, Novita Sari di kategori Junior Putri E mendapatkan poin penuh otomatis karena mendapat bye.
Sayangnya, hasil kurang maksimal didapat oleh atlet andalan di kategori Senior Putra, Master Nasional (MN) Fahrurazi, yang juga merupakan juara Kejurprov Kalteng. Fahrurazi harus menelan kekalahan di laga pembukanya. Kekalahan juga dialami beberapa atlet junior lain seperti Farzana Habsy, Javier, Refan, Luna Fraskila, dan Glorya Vanessa.
Amrullah menganalisis, beberapa kekalahan yang dialami anak asuhnya terjadi saat melawan pecatur dari provinsi yang secara historis merupakan kekuatan besar catur nasional.
"Rata-rata kekalahan kita itu dengan pemain dari Jakarta dan Jawa Barat (Jabar). Wilayah tersebut memang merupakan gudang catur di Indonesia," jelasnya.
Kejurnas Catur Percasi 2025 di Mamuju ini akan berlangsung dari 7 hingga 13 November. Kontingen Kalteng menerjunkan total 15 atlet, 2 ofisial, dan 1 pelatih. Kejuaraan ini menggunakan format sistem Swiss 9 babak dengan kontrol waktu 1,5 jam ditambah 30 detik increment (tambahan waktu) per langkah. (SABRIANOOR/j)








