BANJARMASIN –

BORNEONEWS, Banjarmasin - Kecelakaan air menimpa sejumlah Jemaah Haul Habib Basirih di Muara Sungai Martapura, perairan Sungai Barito, Kalimantan Selatan, tepatnya di kawasan Alalak, pada Minggu, 9 November 2025 sekitar pukul 11.40 WITA. 

Ini setelah kelotok (perahu motor) yang mereka tumpangi dihantam ombak pasca-berpapasan dengan kapal berukuran besar. Insiden tersebut membuat sejumlah jemaah tercebur ke sungai. Tim penyelamat gabungan bertindak cepat menuju lokasi kejadian.

Tim water rescue yang bersiaga di sepanjang jalur sungai segera melakukan evakuasi. Para korban yang berhasil diselamatkan dari air langsung dibawa ke Posko Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Banjarmasin di Jalan Alalak Selatan untuk mendapatkan penanganan darurat awal.

Respons cepat juga ditunjukkan oleh tim relawan. Terpantau, setidaknya empat unit ambulans relawan hilir mudik dari posko ke rumah sakit, mengantarkan korban yang memerlukan perawatan intensif. Para korban tersebut dirujuk ke RS Ansyari Saleh Banjarmasin.

Sementara itu, sebagian jemaah lain yang mengalami syok atau luka ringan tidak perlu dilarikan ke rumah sakit. Mereka mendapatkan perawatan medis langsung di tempat oleh tim relawan.

Mengenai kronologi kejadian, seorang relawan di lokasi meneruskan keterangan saksi mata. Disebutkan bahwa musibah terjadi ketika kelotok yang ditumpangi para jemaah berpapasan dengan sebuah kapal berukuran besar yang melintas di dekat mereka.

"Lalu lintas kapal besar tersebut diduga kuat memicu gelombang tinggi. Ombak besar itu kemudian menghantam badan kelotok, membuatnya oleng seketika," ungkap Koordinator Relawan Banjarmasin, Narsum Halim.

Dia melanjutkan, akibat kejadian itu, para penumpang, khususnya yang berada di bagian atas kelotok, kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke sungai. 

"Untuk klotok jemaah saat ini berada di Pos Satpolairud," pungkasnya. (SABRIANOOR/y)