SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Suasana peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dibalut aksi unik Wahab, seorang pria paruh baya asal Sampit. Dengan penuh semangat, ia mengelilingi kota menggunakan motor hias bertema Hari Pahlawan sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa.

Wahab mengatakan aksinya dilakukan atas inisiatifnya sendiri. Tujuannya sederhana namun bermakna, yakni untuk menggugah semangat nasionalisme generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

“Supaya generasi muda tidak lupa dengan sejarah. Jangan sampai kemajuan teknologi membuat kita lupa dengan perjuangan para pahlawan. Rata-rata pelajar zaman sekarang banyak yang tidak mengetahui sejarah, makanya saya keliling kota agar mereka bisa tergerak,” ujar Wahab, Senin, 10 November 2025.

Perjalanannya dimulai dari halaman Kantor Pemkab Kotim sesaat setelah pelaksanaan upacara Hari Pahlawan. Dengan motor yang dihias penuh ornamen merah putih dan bendera merah putih, dirinya menyusuri sejumlah ruas jalan utama di Kota Sampit.

Pada motor hiasnya terpajang foto Presiden dan Wakil Presiden RI, Bupati dan Wakil Bupati Kotim, serta foto Bung Tomo, sang orator legendaris pertempuran 10 November.

Tak hanya itu, tersemat pula pesan inspiratif pada motor hiasnya 'Dengan semangat Hari Pahlawan, mari kita jadikan sejarah perjuangan bangsa sebagai penyemangat dalam mencapai cita-cita demi tercapainya pembangunan yang merata'.

Aksi Wahab ini pun menarik perhatian masyarakat yang melintas. Ia berharap semangat perjuangan para pahlawan tetap hidup di hati masyarakat, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa di Kotim.

"Semoga aksi ini menggugah pelajar, mahasiswa dan masyarakat di tahun mendatang," tandas pria yang usianya telah mencapai setengah abad itu.

Sementara itu, Kadar Usman, salah satu veteran di Kotim, turut memberikan pesan penting bagi generasi muda.

“Perjuangan ini belum selesai. Generasi muda harus melanjutkan perjuangan para pahlawan, memperjuangkan rakyat dan menjaga semangat kebangsaan,” pkata Kadar Usman. (DEWI PATMALASARI/H)