JEPARA –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau bersama BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya menggelar Rapat Forum Komunikasi Semester II Tahun 2025.

Agenda ini membahas strategi penguatan cakupan dan peningkatan keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam rangka mempercepat pencapaian Universal Health Coverage (UHC). Pertemuan berlangsung di Rumah Rapat Bupati Pulang Pisau, Senin, 10 November 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau, dr. Pande Putu Gina mengungkapkan bahwa Kabupaten Pulang Pisau sejatinya telah mencapai target kepesertaan JKN dengan capaian 100 persen.

Dari jumlah tersebut peserta aktif masih berada di angka 78,32 persen atau kurang sekitar 1,7 persen untuk memenuhi ketentuan minimal 80 persen sebagai syarat percepatan UHC.

"Untuk tahun depan, syaratnya jelas. Peserta aktif minimal harus mencapai 80 persen. Saat ini kita masih kurang 1,7 persen, tapi kami optimis hingga Desember ini target tersebut dapat kita kejar," ujarnya.

Ia menjelaskan pembahasan juga diarahkan untuk mempersiapkan kondisi pembiayaan dan strategi keberlanjutan program pada tahun 2026. Mengingat keterbatasan anggaran, diperlukan langkah inovatif untuk mendorong partisipasi serta menanggung pembiayaan peserta yang kurang mampu.

"BPJS tadi menyampaikan beberapa best practice yang sudah diterapkan di daerah lain. Salah satunya skema donasi atau dukungan CSR dari perusahaan untuk membantu masyarakat di wilayah sekitar perusahaan," jelasnya.

Pande menyampaikan bahwa opsi tersebut akan mulai digali dan diformulasikan sebagai kerja kolaboratif antara pemerintah daerah dan pelaku usaha di Pulang Pisau.

Dengan pola berbagi beban, diharapkan tidak hanya memperkuat cakupan JKN, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat.

"Kita berharap skema ini dapat berjalan, sehingga perusahaan yang beroperasi di Pulang Pisau turut menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat," tutupnya. (RETHA)