BORNEONEWS, Buntok - Penjabat (Pj) Bupati Barito Selatan (Barsel) Mugeni menegaskan, kepada masyarakat dan para elit poltik di wilayahnya, agar tidak mengait-ngaitkan permasalahan yang terjadi pada Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama dengan proses Pilkada Barsel 2017. Apa lagi jika itu hanya mengundang munculnya isu SARA.
"Saya sangat tidak menginginkan, jika selama proses pilkada Basel ini, ada para elit politik yang mengait-ngaitkan dengan masalah Ahok atau mengembangkan isu SARA. Sebab kedua paslon yang menjadi kontestan di Pikada Barsel nantinya sama-sama ada muslim dan non-muslimnya," ungkap Mugeni, kepada Borneonews, di Buntok ,Selasa (22/11/2016).
Dia berharap, kepada masyarakat dan para elit politik, di luar hal-hal obyektif soal pemilihan pemimpin Barsel tersebut, tidak dikait-kaitkan dan dikembangkan dengan berbbagai isu sara. Se baiknya fokus pada kemampuan, komitmen, kompetensi dan berbagai program yang dibuat oleh kedua paslon terhadap perkembangan Barsel ke depannya.
"Yang jelasnya, jangan menyeret pada persoalan yang tidak ada hubungannya dengan kompetensi pasangan bersangkutan, Karena jika isu-isu SARA itu dimunculkan di Barsel, malah akan memberi dampak merugikan dan membuat keresahan baru, serta menciptakan suasana tak kondusif di tengah masyarakat kita,” imbuhnya.
Mugeni juga mengakui, masyarakat di daerah yang berjuluk Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini mayoritas adalah masyarakat berpenddikan. Artinya tentu bisa membedakan mana yang lebih baik mendapat dukungan untuk menentukan nasib Barsel dengan tidak harus menjelekkan salah satu pasangan.
"Sekali lagi kami ingatkan, tidak perlu mengembangkan isu-isu yang tidak ada hubungannya dengan Pilkada. Lebih baik kita sama-sama menciptakan situasi yang aman, damai, harmonis dan kondusif untuk mensukseskan Pilkada Barsel,” tutup Mugeni.(LAILY MANSYUR/m.








