SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah mengebut pelaksanaan 67 proyek perbaikan jalan yang dibiayai melalui Anggaran Perubahan 2025.

Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan keterlambatan pelaksanaan proyek terjadi karena pembahasan dan penetapan anggaran perubahan baru selesai pada September–Oktober. Meski begitu, pihaknya memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.

“Kami sudah mulai melaksanakan kegiatan dalam anggaran perubahan, khususnya di bidang pekerjaan jalan. Secara teknis, semuanya sudah kami perhitungkan termasuk faktor cuaca. Kami menyesuaikan jenis pekerjaan dengan kondisi lapangan,” kata Mentana, Selasa, 11 November 2025.

Ia menegaskan bahwa meskipun waktu pelaksanaan relatif singkat dan bertepatan dengan musim hujan, pihaknya tetap optimistis semua pekerjaan bisa rampung tepat waktu. Sebab kondisi cuaca dan waktu mepet karena proyek dianggarkan dalam perubahan bukan hal baru terjadi.

“Tetapi secara teknis sudah kami perhitungkan terkait cuaca dan lain sebagainya tentu kita sudah menyiapkan nanti seperti apa sekiranya nanti. Kita sesuaikan pekerjaan-pekerjaannya yang artinya di daerah banjir tidak mungkin kita kerjakan dengan konstruksi yang tidak sesuai. Rekanan, PPK, dan pengawas lapangan juga kami minta bekerja maksimal untuk memastikan mutu dan ketepatan waktu pekerjaan,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Bidang Bina Marga, terdapat 67 ruas jalan yang masuk dalam daftar perbaikan pada anggaran perubahan tahun ini. Dari jumlah tersebut, delapan proyek prioritas difokuskan di beberapa titik strategis, yakni Jalan Pramuka, Jalan Bengkirai, Jalan Lesa Parenggean, Jalan Anggur III, Jalan Nyai Enat,Jalan Samudera Kecamatan Kota Besi, Jalan Wengga Metropolitan, dan Jalan Jenderal Sudirman Km 14 menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Mentana menambahkan, secara keseluruhan capaian fisik pekerjaan infrastruktur pada 2025 sudah mencapai sekitar 68 persen, namun serapan anggarannya masih di bawah 50 persen karena sebagian proyek masih dalam tahap pelaksanaan.

“Sarapan anggarannya memang masih rendah masih dibawah 50 persen artinya pekerjaan masih berjalan. Jadi belum 100 persen,” tutupnya. (DEWI PATMALASARI/y)