BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak dalam pengembangan kewirausahaan berbasis perkebunan sawit. Dalam ajang Bedah Peta Sawit Indonesia aa atau BESTI 2025 yang diselenggarakan di Asyana Kemayoran, Jakarta, BPDP dianugerahi penghargaan sebagai Mitra Strategis dalam Pengembangan Wirausaha Mahasiswa Berbasis UKM Sawit oleh Asosiasi Planters Muda Indonesia atau APMI.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum APMI, Muhamad NF, kepada Helmi Muhansyah, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, yang hadir mewakili lembaganya.
Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan, BPDP menjadi salah satu stakeholder utama dalam mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis perkebunan. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kiprah BPDP dalam mengembangkan kolaborasi lintas sektor, terutama dengan kalangan akademisi dan mahasiswa.
Kegiatan BESTI 2025 sendiri difokuskan pada inventarisasi dan pembahasan mendalam mengenai berbagai persoalan di sektor sawit nasional. Isu-isu tersebut dikelompokkan dalam tiga dimensi utama, yakni transformasi teknologi, transformasi budaya, dan penguatan citra publik perkebunan sawit.
Dalam kesempatan tersebut, Helmi Muhansyah menegaskan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam membangun masa depan industri sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
“Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan punya peran strategis dalam mewarnai masa depan sawit Indonesia. Kekuatan mahasiswa dalam wirausaha menjadi salah satu kunci keberhasilan keberlanjutan sawit,” ujar Helmi dalam rilisnya pada Selasa, 11 November 2025.
Ia juga menambahkan, semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang salah satunya menekankan penguatan kewirausahaan nasional.
Sebagai wujud nyata dukungannya, BPDP telah menjalankan berbagai program pembinaan dan pemberdayaan mahasiswa melalui pengembangan UMKM berbasis sawit. Beberapa di antaranya adalah Kolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Jambi dalam program Rintisan Usaha (Startup) Sawit bagi mahasiswa di Provinsi Jambi.
Workshop Pembuatan Produk dari Limbah Sawit dalam kegiatan Duta UMKM Sawit bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta. Program Promosi dan Inkubasi Bisnis 1000 UMKM Perkebunan, yang melibatkan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan nasional seperti HMI, PMII, GMNI, dan IMM.
Helmi menegaskan bahwa kolaborasi semacam ini akan terus diperluas agar mahasiswa dapat menjadi pelaku langsung dalam inovasi dan hilirisasi produk sawit yang berkelanjutan.
“Kami ingin menciptakan ekosistem sawit yang tidak hanya produktif, tetapi juga inklusif, yakni mahasiswa dan UMKM menjadi bagian aktif dalam rantai nilai sawit nasional,” tuturnya.
Dengan penghargaan tersebut, BPDP semakin meneguhkan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah untuk mewujudkan sawit Indonesia yang berdaya saing global dan berorientasi pada keberlanjutan. (TESTI PRISCILLA/y)









