PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Tengah tahun 2025 tak lepas dari peran strategis sektor pendidikan.

Data BPS menunjukkan Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Kalteng terus meningkat seiring dengan transformasi digital di dunia pendidikan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran menjalankan berbagai kebijakan untuk memperkuat pendidikan melalui digitalisasi sekolah SMA, SMK, dan SKh. Program tersebut mencakup penguatan infrastruktur TIK, seperti bantuan Starlink, panel surya, serta papan tulis interaktif.

Langkah berikutnya adalah integrasi platform pembelajaran digital termasuk e-learning, sistem ujian daring, dan manajemen sekolah berbasis aplikasi. Selain itu, guru dan siswa mendapat pelatihan literasi digital, coding, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran interaktif.

Kebijakan digitalisasi ini mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil, serta memperkuat kualitas dan daya saing pelajar Kalimantan Tengah.

Transformasi digital berdampak langsung terhadap peningkatan dimensi pengetahuan dalam IPM. Siswa kini memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber belajar global dan mampu beradaptasi dengan teknologi terkini.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Reza Prabowo, menekankan instruksi gubernur agar tidak ada masyarakat yang tidak bisa sekolah, tidak bisa berobat, dan tidak bisa makan.

Kebijakan tersebut mendorong seluruh program pendidikan selalu berpihak pada masyarakat tidak mampu.

"Pemprov Kalteng terus memperluas program revitalisasi sekolah dan digitalisasi hingga ke pelosok dan pedalaman. Tahun ini, disiapkan pembangunan tujuh unit sekolah baru, termasuk sekolah khusus di Kabupaten Katingan," sebut Reza dalam keterangannya, Selasa, 11 November 2025. (HERMAWAN DP/H)